Satgas Desak Libur Panjang Dihapus Imbas Ledakan COVID-19, Ini Kata Pemerintah
Unsplash/JESHOOTS.COM
Nasional

Sejumlah desakan disampaikan kepada pemerintah menyusul ledakan COVID-19 di Indonesia, mulai dari PPKM berskala lebih luas hingga penghapusan libur panjang.

WowKeren - Setelah sempat diwanti-wanti, kini ledakan wabah COVID-19 di Indonesia mulai terlihat nyata. Bahkan pada Kamis (17/6) kemarin jumlah kasus harian COVID-19 yang dikonfirmasi mencapai 12.624.

Karena itulah Satuan Tugas Penanganan COVID-19 pun mendesak agar libur panjang ditiadakan. Pasalnya Satgas COVID-19 juga mengonfirmasi dampak pada pekan keempat pasca libur Lebaran 2021 bahkan lebih buruk ketimbang tahun lalu.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19, Dr. Sonny Harry B Harmadi juga mengonfirmasi bahwa libur panjang adalah salah satu faktor penyebab kenaikan kasus. Karena itulah Sonny berharap tidak ada lagi momen libur panjang demi meminimalisir situasi serupa terjadi, sebagaimana yang telah beberapa kali dialami Indonesia.

"Ya kombinasi itulah dan libur panjang kemarin," papar Sonny kepada Kumparan, Jumat (18/6). "Selalu menyebabkan lonjakan dan mobilitas dan kepatuhan kesehatan yang turun."

"Kami sebetulnya berharap jangan ada libur panjang lagi, nih, selama tahun ini. Karena memang walaupun misalkan ada varian baru, tapi lonjakan itu selalu terjadi di libur panjang," sambungnya.


Lalu apa kata pemerintah soal desakan ini? Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo menyebut pemerintah menggelar rapat membahas libur nasional pada Jumat (18/6) hari ini.

"Ada rapat koordinasi di PMK (Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) siang nanti," jelas Tjahjo, dilansir dari CNN Indonesia. Meski demikian, Tjahjo menegaskan pihaknya tidak akan meniadakan libur, seperti Libur Nasional Idul Adha dan Natal 2021.

"Istilahnya bukan peniadaan hari libur. Hari libur masih ada, misalnya (libur) Idul Adha dan Natal," tutur Tjahjo. "Kan ada salat Ied dan pemotongan qurban dan juga pasti ada misa Natal."

Namun Tjahjo tidak menjelaskan lebih detail soal rencana libur nasional yang akan diambil pemerintah. Namun ia memastikan bahwa ibadah di hari raya akan tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat.

Di sisi lain, Satgas menegaskan dampak COVID-19 pasca libur panjang memang tidak langsung terlihat setelahnya. "Lonjakan terjadi 3 minggu sampai 1 bulan setelah libur panjang dan dampaknya itu sampai 1,5 bulan," pungkas Sonny.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts