COVID-19 Terkendali, Warga Prancis Tak Lagi Wajib Pakai Masker di Ruang Terbuka
Unsplash/Thomas de LUZE
Dunia
Pandemi Virus Corona

Prancis menganggap sudah mampu mengatasi gelombang ketiga wabah COVID-19 sehingga mempercepat pencabutan kewajiban pakai masker di ruang terbuka dan penerapan jam malam.

WowKeren - Beberapa negara sudah mulai melonggarkan berbagai pembatasan di tengah pandemi COVID-19. Salah satunya Prancis yang baru-baru ini telah mengizinkan masyarakatnya untuk tidak memakai masker di ruang terbuka.

Langkah berani ini mulai dilakukan Prancis pada Kamis (17/6) waktu setempat. Pengumuman ini pun disebut-sebut cukup mengejutkan warga Prancis sendiri ketika diumumkan Perdana Menteri-nya, Jean Castex, pada Rabu (16/6).

Pasalnya kebijakan yang berlaku di Prancis sebelumnya adalah warga wajib memakai masker di ruang terbuka hingga akhir Juli 2021. Baru setelahnya kebijakan ini akan dievaluasi ulang menyesuaikan dengan kondisi pandemi COVID-19.

Namun pemerintah berani mempercepat pencabutan kewajiban tersebut. "Situasi kesehatan sudah berkembang (pulih) lebih cepat dari yang diantisipasi," tutur pemerintah Prancis dalam keterangannya, dikutip dari CGTN, Jumat (18/6).


Menteri Kesehatan Prancis, Olivier Veran, pun menguatkan kebijakan baru ini. "Epidemi memang belum berakhir, namun saat ini (kasus baru) berkurang dengan cepat sehingga pembatasan tidak lagi diperlukan," tuturnya.

Prancis memang mencatatkan penurunan kasus positif, aktif, dan meninggal COVID-19, begitu pula dengan tingkat keterisian rumah sakit. Situasi ini pun menandai keberhasilan Prancis menghadapi gelombang ketiga wabah COVID-19 pada Maret dan April 2021 kemarin.

Meski demikian, masker masih wajib dipakai di dalam ruangan, seperti toko, bank, bioskop, dan kantor. Penumpang transportasi umum juga masih wajib memakai masker yang menutupi mulut dan hidung dengan baik.

Prancis juga akan mulai mencabut pembatasan jam malam nasional per Minggu (20/6) mendatang, dari jadwal seharusnya pada 30 Juni 2021. Namun pemerintah Prancis juga akan terus memantau perkembangan wabah COVID-19 dunia, termasuk soal varian Delta yang kini mendominasi.

"(Varian virus Corona ini) menginfeksi 2-4 persen kasus positif COVID-19 di Prancis," tutur Veran, menggambarkan varian Delta yang belum mendominasi wilayahnya. "Sekitar 50-150 kasus baru. (Varian Delta di Inggris) sedang dalam tren meningkat (sehingga harus terus dipantau)."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts