Thailand Bikin Geger Imbau Hindari Aktivitas Seksual Demi Cegah Tertular COVID-19
Unsplash/Ryan Jacobson
Dunia
Pandemi Virus Corona

Otoritas kesehatan Thailand bukan cuma menyarankan 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan untuk mencegah COVID-19, tetapi juga melarang aktivitas seksual.

WowKeren - Di tengah pandemi COVID-19, imbauan 3M meliputi memakai masker, menjaga jarak, hingga mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sudah khatam di benak masyarakat. Namun otoritas kesehatan Thailand ternyata punya cara jitu lain untuk mencegah paparan virus Corona, yang tampaknya cukup menggegerkan.

Bagaimana tidak? Otoritas Kesehatan Thailand mengimbau pasangan untuk tidak melakukan aktivitas seksual jika ada risiko terpapar COVID-19.

Adalah Direktur Kesehatan Reproduksi Departemen Kesehatan Thailand, Dr Peerayuth Sanukul yang mengampanyekan imbauannya ini kepada pasangan muda-mudi. Tak hanya itu, ia juga meminta publik menghindari aktivitas seksual dengan orang asing selama pandemi COVID-19.

"Melakukan hubungan seksual selama pandemi COVID-19 memiliki risiko kesehatan," tutur Sanukul, dikutip dari Today Online, Jumat (18/6). "Karena itulah, mereka harus memahami risiko dan konsekuensinya, baik kepada mereka maupun ke lingkungan sebelum melakukan aktivitas tersebut."


Imbauan ini, jelas Sanukul, lebih difokuskan kepada mereka yang sudah dinyatakan positif terinfeksi virus Corona atau yang sedang menunggu hasil tes mereka. Mereka sebaiknya menghindari terlebih dahulu aktivitas seksual sampai benar-benar dinyatakan bersih dari potensi penularan virus Corona.

Thailand bersama dengan negara-negara Asia Tenggara lain tengah menghadapi lonjakan besar kasus COVID-19. Bahkan pada Kamis (17/6) waktu setempat, Thailand mengonfirmasi hingga tiga ribu kasus baru, yang disebut-sebut akibat dominansi penyebaran varian Delta virus Corona.

Awal pekan ini, Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha telah meminta maaf atas lambannya pengendalian wabah COVID-19 yang dilakukan jajarannya. Prayuth bahkan menegaskan pertanggungjawaban atas lambatnya vaksinasi yang berjalan di Thailand.

Negeri Gajah Putih sendiri diketahui dihuni oleh hampir 70 juta populasi. Namun sampai saat ini baru 5 juta di antaranya yang menerima suntikan dosis pertama vaksin COVID-19, dengan kebutuhan optimalnya mencapai dua dosis per jiwa.

Meski demikian, Thailand juga sudah mulai bersiap-siap membuka kembali perekonomiannya, terutama di bidang pariwisata. Bahkan Phuket, yang merupakan salah satu objek wisata unggulan Thailand, mengizinkan wisatawan untuk masuk tanpa harus melakukan karantina.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts