Larangan Penerbangan Inggris Buat Pelajar Asal Hong Kong Tak Bisa Kembali Pulang
Dunia
Pandemi Virus Corona

Kebijakan larangan penerbangan Inggris yang diterapkan oleh pemerintah Hong Kong, membuat pelajar yang menempuh pendidikan di sana tidak bisa kembali pulang ke negara asalnya.

WowKeren - Pandemi COVID-19 hingga saat ini masih terjadi di negara-negara dunia. Bahkan sejumlah negara juga mengalami lonjakan COVID-19 dan masuk ke gelombang berikutnya.

Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah di berbagai negara memiliki kebijakan tersendiri untuk menangani pandemi COVID-19. Salah satunya adalah Hong Kong yang menerapkan kebijakan larangan penerbangan Inggris. Hal ini dilakukan karena angka kasus COVID-19 Delta di Inggris tinggi.

Dengan adanya kebijakan tersebut, membuat pelajar asal Hong Kong yang tengah menempuh pendidikan di Manchester, Inggris, tidak bisa kembali pulang. Adapun pelajar tersebut diketahui bernama Timmin Lam. "Saya merasa terjebak di Inggris, saya sangat berharap pandemi ini akan membaik," ujar Timmin.

Pihak berwenang di pusat keuangan global Hong Kong mengatakan bahwa kebijakan larangan penerbangan Inggris itu akan di mulai pada 1 Juli mendatang. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 Delta di Hong Kong.

Sebagai informasi, saat ini Inggris dikategorikan sebagai negara dengan risiko sangat tinggi. Sementara untuk warga Hong Kong yang berada di Inggris selama lebih dari dua jam, tidak boleh kembali ke negara asalnya.


Kebijakan larangan penerbangan Inggris oleh Hong Kong ini merupakan kali keduanya. Sebelumnya, Hong Kong telah melarang penerbangan Inggris pada periode Desember hingga Mei 2020.

"Kembalinya situasi epidemi baru-baru ini di Inggris, dan penyebaran virus varian Delta di sana, ditambah dengan sejumlah kasus dengan strain virus mutan L452R yang terdeteksi oleh tes dari orang-orang yang datang dari Inggris," bunyi keterangan pemerintah Hong Kong.

Sebelumnya, pemerintah Hong Kong telah memberi kelonggaran protokol kesehatan untuk para pelancong yang dari Inggris, termasuk pelajar kembali ke negaranya. Hal ini pun akan dimanfaatkan oleh para pelajar untuk kembali ke Hong Kong saat libur musim panas tiba.

Akan tetapi Hong Kong kembali melarang penerbangan Inggris, hal ini menimbulkan kekecewaan bagi para pelajar. Selain itu, para orangtua pelajar juga merasa kecewa akan kebijakan yang diumumkan secara mendadak.

"Bahkan jika saya bisa mendapatkan penerbangan lebih awal, yang merupakan dorongan karena semua orang terburu-buru, bagaimana dia bisa naik tanpa pemesanan hotel," terang Debi Yeung selaku orangtua salah satu pelajar.

(wk/tiar)


You can share this post!

Related Posts