Sebelumnya, seorang wanita yang membawa spanduk kardus berdiri terlalu dekat dengan lintasan hingga menyebabkan tabrakan beruntun di tahap pembukaan Tour de France pekan lalu.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 01 Juli 2021 - 09:54 WIB
WowKeren - Penonton yang diduga menyebabkan tabrakan beruntung di ajang Tour de France pada Sabtu (26/6) lalu akhirnya berhasil diamankan. Menurut Kantor Kejaksaan Brest, wanita tersebut ditangkap pada Rabu (30/6) kemarin.
"Seorang wanita ditangkap di Finistère pada hari ini dan dia ditahan sebagai bagian dari penyelidikan insiden Tour de France," ungkap pihak Kantor Kejaksaan Brest kepada ABC News, dikutip pada Kamis (1/7). "Tidak ada informasi lain yang dapat dibagikan saat ini: lebih banyak informasi akan datang besok."
Sebagai informasi, seorang wanita yang membawa spanduk kardus berdiri terlalu dekat dengan lintasan hingga menyebabkan tabrakan beruntun di tahap pembukaan Tour de France pekan lalu. Peserta yang pertama menabrak wanita tersebut adalah pesepeda Jerman, Tony Martin. Ia terjatuh dan menyebabkan sebagian besar peloton ikut jatuh.
Pasca insiden tersebut, pihak kepolisian setempat mengumumkan bahwa mereka membuka penyelidikan untuk "pelanggaran yang disengaja terhadap kewajiban keselamatan atau kehati-hatian". Para peserta juga sempat menghentikan balapan pada Selasa (29/6) untuk memprotes bahaya yang disebabkan oleh penonton yang berdiri terlalu dekat dengan lintasan.
"Menyusul kecelakaan selama tahap ketiga Tour de France, para pebalap telah mendiskusikan bagaimana mereka ingin melanjutkan untuk menunjukkan ketidakpuasan mereka dengan langkah-langkah keselamatan yang ada dan menuntut keprihatinan mereka ditanggapi dengan serius," demikian pernyataan serikat pembalap, Cyclistes Professionnels Associés. "Frustrasi mereka terhadap tindakan yang dapat diperkirakan dan dicegah sangat besar."
Diketahui, kecelakaan tersebut menyebabkan tiga pembalap terpaksa mundur karena mengalami cedera, termasuk Jasha Sütterlin, pembalap asal Jerman dari Tim DSM. Menurut Tim DSM, Sütterlin sangat kecewa dengan peristiwa tersebut.
"Setelah kecelakaan itu, dia dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan yang menunjukkan tidak ada patah tulang, tetapi memar parah di pergelangan tangan kanannya yang akan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut di rumah," ujar Tim DSM dalam pernyataannya.
(wk/Bert)