Adanya orang-orang yang tidak divaksinasi membuat virus dapat bermutasi di tubuh orang itu dan bahkan bisa berubah menjadi sesuatu lain yang dapat mengalahkan efektivitas vaksin.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 05 Juli 2021 - 10:18 WIB
WowKeren - Upaya vaksinasi tengah digencarkan di sejumlah wilayah di dunia. Meski infeksi virus COVID-19 pada sebagian orang dapat sembuh dengan sendirinya, terutama bagi mereka yang memiliki daya tahan tubuh kuat, namun ada satu hal yang perlu diketahui tentang vaksinasi.
Seorang profesor di Divisi Penyakit Menular di Vanderbilt University Medical Center William Schaffner mengatakan jika orang yang tidak divaksinasi yang terinfeksi COVID-19 kemungkinan akan menjadi "pabrik varian" dari virus tersebut. Bahkan varian ini disebutnya bisa lebih parah.
"Semakin banyak orang yang tidak divaksinasi, semakin banyak peluang virus untuk berkembang biak," ujarnya kepada CNN. "Jika hal itu terjadi, maka virus akan bermutasi, dan ini bisa melahirkan mutasi varian yang bahkan lebih serius di masa mendatang."
Adanya orang-orang yang tidak divaksinasi membuat virus dapat bermutasi di tubuh orang itu dan bahkan bisa berubah menjadi sesuatu lain yang dapat mengalahkan efektivitas vaksin yang saat ini diberikan. Virus yang berhasil bermutasi dengan keunggulan tertentu pada akhirnya akan menjadi mayoritas partikel virus yang menginfeksi seseorang. Orang yang terinfeksi kemudian akan menularkan versi mutan ini tersebut ke orang lain.
Varian terjadi ketika versi mutan menjadi sukses menyebar ke orang lain. Andrew Pekosz, ahli mikrobiologi dan imunologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg mengatakan kepada CNN bahwa setiap kali virus berubah, mereka mendapatkan platform berbeda untuk lebih banyak mutasi agar menyebar lebih efisien.
Dengan kata lain, virus yang tidak menyebar tidak dapat bermutasi. Di sinilah tujuan vaksinasi. Vaksin dapat melindungi tubuh dari semua varian sejauh ini. Namun, tubuh orang yang tidak divaksinasi akan memungkinkan virus bermutasi.
Jika virus mencoba menginfeksi seseorang yang memiliki kekebalan, bisa jadi virus itu akan gagal. Namun virus mungkin berhasil, dan menyebabkan infeksi ringan atau tanpa gejala. Dalam hal ini, virus akan bereplikasi sebagai respons terhadap tekanan dari sistem kekebalan yang kuat. Inilah sebabnya mengapa vaksin saat ini berfungsi, tetapi mungkin gagal jika virus bermutasi lebih cepat.
(wk/zodi)