Perdana Menteri Korsel, Kim Boo-kyum, menyatakan bahwa para pejabat akan mempertimbangkan aturan social distancing yang lebih ketat apabila penularan terus meningkat selama dua hingga tiga hari ke depan.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 07 Juli 2021 - 16:19 WIB
WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di Korea Selatan dilaporkan mengalami lonjakan tajam. Tercatat ada 1.212 kasus positif baru di Korsel pada Rabu (7/7) hari ini.
Lonjakan kasus COVID-19 ini membuat pejabat memperpanjang pembatasan pergerakan di Seoul dan daerah sekitarnya setidaknya selama sepekan lagi. Mereka juga tengah mempertimbangkan untuk kembali mendorong pembatasan ke tingkat tertinggi.
Perdana Menteri Korsel, Kim Boo-kyum, menyatakan bahwa para pejabat akan mempertimbangkan aturan social distancing yang lebih ketat apabila penularan terus meningkat selama dua hingga tiga hari ke depan. "Ini adalah situasi darurat di mana kita perlu menginvestasikan semua kemampuan kita untuk menanggapi COVID-19," jelas Kim Boo-kyum.
Selain itu, Kim Boo-kyum juga mengatakan bahwa gelombang keempat di Korsel dipicu oleh varian Delta dan menyebar dengan cepat, terutama di kalangan orang-orang berusia 20-an dan 30-an yang belum divaksinasi. Kim Boo-kyum mendesak agar orang-orang dalam demografi itu bisa diuji terlebih dahulu.
"Untuk melindungi bukan hanya diri Anda sendiri, tetapi semua orang di keluarga, teman, sekolah, dan negara Anda," ujarnya.
Sementara itu, Presiden Moon Jae-in memerintah mobilisasi militer dalam membantu contact tracing yang lebih luas. Ia juga mendesak otoritas setempat untuk memasang pusat pengujian tambahan di daerah padat penduduk.
Sebagai informasi, pemerintah Korsel berencana melonggarkan aturan dengan memperbolehkan maksimal enam orang dalam pertemuan pribadi, dari yang sebelumnya hanya empat orang. Selain itu, jam operasional restoran juga diperpanjang dan mengizinkan orang yang divaksinasi pergi tanpa masker mulai bulan ini. Namun para pejabar di Seoul dan daerah sekitarnya menangguhkan aturan baru tersebut karena jumlah infeksi yang meningkat.
Di sisi lain, Wakil Menteri Kebijakan Perawatan Kesehatan di Kemenkes Korsel, Lee Ki-Il, mengungkapkan keprihatinannya atas penyebaran varian Delta yang lebih menular. Ia menyarankan agar orang-orang yang baru-baru ini mengunjungi distrik hiburan utama Seoul, termasuk Gangnam dan Hongdae, menjalani testing COVID-19 meski tidak menunjukkan gejala.
"Jumlah pasien virus meningkat sangat cepat di wilayah metropolitan di mana terdapat banyak bar dan tempat hiburan lainnya yang sering dikunjungi anak muda," pungkasnya.
(wk/Bert)