Wanita Jepang Ditangkap Usai Nekat Semprot Air ke Obor Olimpiade Tokyo
Wikimedia Commons/Miyuki Meinaka
Dunia

Seorang wanita berusia 53 tahun mengaku sebagai massa penolak Olimpiade Tokyo sehingga ia nekat menyemprot isi pistol air yang dibawanya ke pelari yang tengah mengikuti estafet obor.

WowKeren - Seorang wanita paruh baya di Jepang terpaksa berurusan dengan aparat penegak hukum setelah menonton parade estafet obor Olimpiade Tokyo. Pasalnya wanita yang diketahui berusia 53 tahun ini nekat mengarahkan pistol air yang dibawanya dan menyemprotkan "musuh" api tepat ke obor tersebut.

Beruntungnya, dalam rekaman yang beredar di media sosial, api obor tersebut memang tidak sampai padam. Namun aksinya yang begitu terang-terangan itu membuat sang wanita segera diciduk pihak kepolisian.

Melansir Mothership, polisi menyebut wanita sipil tersebut telah mengakui perbuatannya, sekaligus menegaskan motivasinya yang kontra terhadap Olimpiade Tokyo. Bahkan dalam rekaman video yang beredar, sang wanita memang terdengar meneriakkan slogan penolakan Olimpiade Tokyo.

"Kami menolak Olimpiade!" serunya. "Hentikan Olimpiade!"


Petugas keamanan di sekitar pelari berusia 77 tahun yang membawa obor tersebut segera mengamankan sang wanita yang terus menembakkan pistol airnya. Media Soranews24 mendeskripsikan pistol air yang digunakan memiliki jarak jangkau sampai 5 meter jauhnya, namun ukurannya yang kecil membuat benda itu bisa mudah disembunyikan.

Deputi Kepala Polisi Mito, Noriaki Nagatsuka, menyatakan sang wanita hanya berniat untuk mengganggu jalannya estafet obor dengan menembakkan air ke sang pelari. "(Tapi) Anda tidak bisa sembarangan menembak orang seperti itu. Dia jelas-jelas tidak berniat bermain, dan ini bukan aksi kekanakan," tutur Nagatsuka.

Hingga kini pelaksanaan Olimpiade Tokyo memang terus menuai pro dan kontra. Media Kyodo News mengadakan jajak pendapat dan 86 persen warga Jepang mengaku khawatir ada kenaikan kasus positif COVID-19 bila olimpiade tetap digelar.

Banyak juga warga yang merasa pencabutan status darurat COVID-19 di perfektur-perfektur besar demi menyambut olimpiade terlalu prematur. Namun pemerintahan Perdana Menteri Yoshihide Suga tetap meyakinkan bahwa pihaknya dan penyelenggara sudah mengambil langkah preventif super ketat untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19.

Olimpiade Tokyo sendiri akan dibuka dengan upacara yang rencananya diselenggarakan 23 Juli 2021 mendatang. Turnamen olahraga ini juga kemungkinan akan banyak digelar tanpa penonton di venue.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait