Nia Ramadhani sempat terseret fitnah terkait isu ditangkap polisi karena melakukan pesta narkoba. Manajer Nia, Theresia Wienathan, langsung buka suara dan mengungkap pendapatnya soal rumor miring itu.
- Ria Susilo Wardhani
- Kamis, 08 Juli 2021 - 08:15 WIB
WowKeren - Sosok Nia Ramadhani mendadak mencuri perhatian publik. Tiba-tiba, ibu tiga anak itu terseret isu publik figur NR tertangkap narkoba.
"Polres Metro Jakarta Pusat diduga menangkap artis berinisial NR dan suaminya AB di kawasan Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Rabu (7/7/2021) malam. Penangkapan NR dan AB diduga terkait kasus penyalahgunaan narkoba," demikian unggahan jktnewss.
Sejumlah netter lantas ramai membahas postingan tersebut. Sebagian curiga kalau sosok yang dimaksud adalah Nia dan sang suami, Ardi Bakrie.
Usai rumor tersebut beredar, sahabat sekaligus manajer Nia, Theresia Wienathan, buka suara. There menegaskan sudah menghubungi Nia dan mengungkap kalau kabar itu tidak benar. There membeberkan kalau Nia sedang berada di rumah bersama buah hatinya.
"Nia, fine-fine aja kok, nggak ada masalah apapun, jadi nggak bener itu, saya barusan teleponan sama dia dan anaknya lagi di rumah," kata Theresia pada Poskota.co.id. "Aku lagi ada diluar kota, lagi prewedding di Sumba, sinyal antara ada dan tiada mbak. Tadi aku juga sempet ngobrol sama anaknya juga."
Theresia juga mengungkap kalau Nia dan Ardi saat ini berada di rumah mereka di Menteng. Theresia menegaskan tak mungkin keduanya menggelar pesta narkoba disaat situasi pandemi COVID-19.
"Kondisi pandemi begini, Nia kebanyakan di rumah saja, paling main sama anak-anaknya dan keluarga yang lain," tegas Theresia. "Jadi nggak bener kalau ada isu melanggar PPKM, apalagi pesta barang haram."
Sementara itu, Nia dikenal sebagai sosok artis yang kerap disentil netter soal penampilan hingga status hajah. Namun Nia terus menunjukkan imej positif dengan fokus mengurus anak. Tak hanya itu, Nia juga kerap menggelar acara amal untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Aku dan beberapa sahabat aku yang kita suka seru-seruan, gila-gilaan bareng tapi punya purpose yang sama dalam hidup. Kita mikir pokoknya nanti saat kita meninggal, apa ya yang kita pengin orang inget dari kita," kata Nia. "Nah, berangkat dari situ kita punya kelompok, baru kecil tapi setidaknya kita punya niat yang tulus. Jadi tepat kemarin terbentuklah gerakan yang kita sebut KITA."
(wk/riaw)