Malaysia Deteksi Klaster COVID-19 Baru dari Indonesia
Unsplash/Esmonde Yong
Dunia

Sebagai tindak pencegahan untuk menekan penyebaran virus, testing telah dilakukan pada 64 orang yang berkontak dengan yang bersangkutan. Hasilnya, 14 orang dikonfirmasi positif.

WowKeren - Negara bagian Malaysia Sabah mencatat klaster baru pada hari Jumat (9/7). Klaster tersebut diberi nama klaster Segama Kelapa Sawit di Lahad Datu, dengan kasus indeks diyakini bermula dari seorang wanita asal Indonesia yang masuk ke negara itu pada 25 Juni.

Melalui sebuah pernyataan, Menteri Perumahan dan Pemerintah Daerah Sabah Datuk Masidi Manjun mengatakan wanita berusia 48 tahun itu dinyatakan positif pada Selasa (6 Juli) di sebuah klinik swasta. Sebelumnya, wanita tersebut mengalami batuk dan sakit tenggorokan selama tiga hari.

Dia mengatakan, wanita yang datang bersama dua cucunya itu sebelumnya diperintahkan menjalani karantina di sebuah peternakan sebelum diizinkan kembali bekerja. Sebagai tindak pencegahan untuk menekan penyebaran virus, testing telah dilakukan pada 64 orang yang berkontak dengan yang bersangkutan.

Dari testing itu 14 orang dikonfirmasi positif sementara 49 dinyatakan negatif pada skrining pertama. Ia memastikan jika semua pasien yang terpapar telah dirujuk ke RS maupun melakukan isolasi.


"Semua kasus positif di klaster ini sudah dirujuk ke RS Lahad Datu untuk penanganan lebih lanjut," jelasnya. "Dan isolasi di Pusat Karantina dan Perawatan Risiko Rendah (PKRC) Lahad Datu."

Sementara bagi mereka yang negatif, juga tetap harus menjalani karantina. "Semua kontak dekat lainnya juga telah diinstruksikan untuk menjalani karantina di karantina PPR Sri Sepagaya di Lahad Datu,” ujarnya.

Negara bagian Sabah telah mencatat kasus 323 kasus baru pada hari tersebut. Angka ini membuat total kasus yang terdeteksi di Sabah menjadi 71.791. Sementara itu, jumlah pasien yang berhasil pulih ada 230 sehingga jumlah kumulatif yang sembuh menjadi 68.969 orang.

Sementara itu menurut data Kementerian Kesehatan yang dirilis pada hari rabu (7/7), rumah sakit di ibu kota negara, Selangor, Negri Sembilan, dan Labuan telah melampaui batas maksimal. Direktur Jenderal Kesehatan Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan jika kondisi semacam ini terus berlanjut maka bisa-bisa akan melumpuhkan sistem kesehatan di sana. Dalam skenario terburuk, sistem kesehatan yang lumpuh bisa terjadi di seluruh bagian negeri.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait