Jepang Berencana Gunakan Obat Eksperimental COVID-19 yang Pernah Dipakai Donald Trump
pixabay.com/geralt
Dunia

Tes klinis menunjukkan pasien COVID-19 yang berisiko tinggi memperburuk gejala mereka mampu mengurangi kemungkinan kematian atau rawat inap hingga 70 persen setelah mengonsumsi obat.

WowKeren - Kementerian Jepang memiliki rencana baru untuk menyediakan pengobatan bagi warganya yang terpapar COVID-19. Kementerian kesehatan berencana untuk menyetujui terapi koktail antibodi eksperimental yang pernah digunakan untuk mengobati Presiden AS Donald Trump ketika ia terjangkit COVID-19.

Diketahui, obat tersebut digunakan oleh Trump pada tahun 2020 lalu. Adalah perusahaan bioteknologi AS Regeneron Pharmaceuticals Inc. yang mengembangkan obat itu, yang telah disetujui untuk penggunaan darurat di Amerika Serikat tahun lalu.

Tes klinis di luar negeri menunjukkan jika pasien COVID-19 yang berisiko tinggi memperburuk gejala mereka mampu mengurangi kemungkinan kematian atau rawat inap hingga 70 persen setelah mengonsumsi obat tersebut. Chugai Pharmaceutical Co., bertanggung jawab atas penjualan obat dalam negeri.


Perusahaan ini telah mengajukan persetujuan khusus untuk penggunaannya di Jepang pada bulan Juni. Kementerian berencana untuk segera membahas pembuatan dan penjualan obat pada pertemuan dan menyelesaikan persetujuan penggunaannya pada awal Juli.

Obat intravena, yang menggabungkan casirivimab dan imdevimab, dua antibodi penetral yang bekerja pada virus, akan menjadi pengobatan pertama yang tersedia untuk COVID-19 di Jepang yang menargetkan pasien dengan kondisi ringan atau sedang. Chugai Pharmaceutical telah melakukan uji klinis domestik sejak Maret untuk obat tersebut dan mendapatkan kontrak dengan pemerintah untuk memasoknya untuk tahun 2021.

Diharapkan obat ini mendapat persetujuan sebagai obat keempat yang tersedia untuk merawat pasien COVID-19 di Jepang. Tiga obat telah disetujui untuk mengobati pasien COVID-19 di Jepang: remdesivir, deksametason, dan baricitinib. Semua ditargetkan pada pasien dengan kondisi sedang atau serius.

Sementara itu, Jepang sendiri saat ini tengah bergulat dengan penyelenggaraan Olimpiade Tokyo yang menuai kontroversi di tengah kasus COVID-19 yang masih tinggi. Sejak Senin (12/7), Tokyo telah memasuki status darurat COVID-19 keempat kalinya hingga 22 Agustus mendatang. Periode ini mencakup durasi Olimpiade Tokyo.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait