Bak Pertanda, Kartika Putri Ungkap Pesan Terakhir Ibunda Saat Akan Dilarikan Ke Rumah Sakit
Instagram/kartikaputriworld
Selebriti
Seleb vs Corona

Kartika Putri mengungkapkan bahwa sang ibunda sempat beberapa kali memberikan pertanda kalau akan meninggal. Yang mana pertanda itu disampaikan oleh mendiang sebelum dibawa ke rumah sakit.

WowKeren - Duka mendalam hingga kini masih dirasakan oleh Kartika Putri atas kepergian ibundanya, Masayu Puspita Diana Putri. Seperti diketahui ibunda Kartika Putri meninggal dunia pada akhir pekan lalu, Sabtu (10/7) setelah berjuang melawan COVID-19.

Lantas belum lama ini Kartika menceritakan bahwa sang ibunda sudah beberapa kali memberikan isyarat akan meninggal. Yang mana hal itu disampaikan saat sang ibunda enggan dibawa ke rumah sakit.

"Sampai di tanggal 2 (Juli), saturasi mama (ada di angka) 80 (dan) 87, padahal itu sudah oksigen 100 persen. Akhirnya karena saturasi mama itu aku putuskan bawa ke rumah sakit. Proses pencarian rumah sakit itu sangat sulit," kata Kartika Putri saat ditemui usai mengisi acara "Brownis" pada Jumat (16/7).

Kartika merasa beruntung karena pada saat itu ia langsung menemukan rumah sakit di kawasan Jakarta Selatan. "Alhamdulillah dimudahkan, mama dapet rumah sakit di hari itu juga, dapet di RSPP Simprug. Lalu berangkat," lanjut Kartika.

Di saat itulah sang ibunda meminta agar tidak perlu dibawa ke rumah sakit. Pasalnya ia merasa bahwa dirinya tak akan bisa kembali pulang setelah dari sana. "Mama tuh emang enggak pernah mau ke rumah sakit dan udah bilang sama mantunya 'Mama kalo ke rumah sakit pasti nggak pulang' gitu," ungkap Kartika.


"Mama tuh, udah banyak pertanda yang mama berikan buat kami, cuma pada saat itu kami masih berprasangka baik sama Allah, Allah kasih mamah umur panjang," tambahnya. Dikatakan pula bahwa saat sampai di rumah sakit ibunya sempat tak sadarkan diri.

"Di RS tanggal 3 (Juli) mama dipakein oksigen penuh. Lalu nggak bekerja baik lalu dinaikin lagi oksigennya yang pake mask. Tanggal 4 mamah ngeluh sesak akhirnya dinaikan lagi oksigen yang FNC. Tapi saturasi mama juga nggak membaik akhirnya tanggal 4, (oksigen) mama dinaikin lagi ya pake semi venrilator," bebernya.

"Nah sebelum diberikan venrilator, di situ pada saat mama diinkubasi, sempat kita video call sama mamah, dia sempat memberikan jempol memberikan bye bye tangan. Perpisahan sama mama," lanjut Kartika.

Sebelumnya Kartika juga sempat merasa tersentuh ketika ibunya ingin mati syahid dalam perjuangannya melawan COVID-19. Selain itu, mendiang juga sempat ingin pulang ke kampung halamannya di Sumatera Selatan.

"Mamah bilang maulah meninggal kalau kena COVID-19, karena meninggalnya syahid gitu, masuk syurga tanpa hisab enak banget mama mau. Ada ucapan gitu, tapi anak sama mantu-mantu mama (bilang) 'aapan sih'. Sebelum mama berpulang sebenarnya sudah memberikan tanda, mama bilang sama habib mau pulang ke kampung halaman," imbuhnya.

"Ya waktu mama udah pake mask (oksigen) itu, mama sempet bilang mama mau pulang, sambil dia sedikit pake bahasa Palembang. Itu kita nggak tahu sebenarnya mama pulang ke rahmatullah," pungkasnya.

(wk/lail)

You can share this post!

Related Posts