Dalam artikel surat kabar Korea Utara disebutkan, 'Penetrasi ideologis dan budaya di bawah papan warna-warni borjuasi lebih berbahaya daripada musuh yang bersenjata.'
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 19 Juli 2021 - 14:19 WIB
WowKeren - Surat kabar resmi Korea Utara, Rodong Sinmun, telah memperingatkan kaum muda negara itu agar tidak mengadopsi bahasa gaul dari Korea Selatan. Mereka menekankan bahwa dialek Pyongyang lebih unggul, sebagaimana dilaporkan The Korea Times.
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada 18 Juli, surat kabar itu mengatakan, "Penetrasi ideologis dan budaya di bawah papan warna-warni borjuasi bahkan lebih berbahaya daripada musuh bersenjata." Sementara itu menurut BBC, outlet media itu juga mengeluarkan kembali peringatan agar tidak mengadopsi mode, gaya hidup dan musik Korea Selatan.
Outlet media itu melaporkan jika masa depan suatu negara bergantung banyak pada rasa ideologi yang dimiliki oleh para generasi mudanya. Jika semangat revolusioner luntur dari jiwa para pemuda maka sistem revolusi bisa-bisa akan binasa.
"Ketika generasi baru memiliki rasa ideologi dan semangat revolusioner yang kuat, masa depan sebuah negara cerah," lapor media tersebut. "Jika tidak, sistem sosial dan revolusi selama puluhan tahun akan binasa. Itulah pelajaran darah dalam sejarah gerakan sosialis dunia."
Adapun peringatan ini merupakan bagian dari tindakan keras Korea Utara terhadap penyebaran budaya Korea Selatan di dalam negeri. Seperti diketahui, negara itu mengkriminalisasi konsumsi dan distribusi informasi luar, termasuk berita asing, siaran radio, dan musik serta hiburan Korea Selatan di bawah undang-undang pemikiran anti-reaksioner baru yang diterapkan pada akhir tahun 2020.
Mereka yang tertangkap dengan sejumlah besar media dari Korea Selatan, AS, atau Jepang, dapat dijatuhi hukuman mati. Tak hanya itu, mereka yang tertangkap menontonnya dapat mendekam 15 tahun di kamp penjara, sebagaimana diberitakan BBC. The Korea Times lebih lanjut melaporkan bahwa orang Korea Utara juga dilarang menggunakan kata "oppa" untuk memanggil suami mereka. Awal Juni lalu, seorang pria dieksekusi atas kejahatan menjual USB dan CD secara ilegal yang berisi film, drama, dan video musik dari Korea Selatan.
(wk/zodi)