Presiden Korea Selatan Tegaskan Tak Akan Hadiri Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo
Yonhap
Dunia
Kontroversi Olimpiade Tokyo

Keputusan itu mengacu pada kontroversi atas komentar yang dibuat beberapa hari lalu oleh Hirohisa Soma, wakil kepala misi di Kedutaan Besar Jepang di Seoul.

WowKeren - Presiden Korea Selatan Moon Jae-in tidak akan mengunjungi Jepang minggu ini untuk pembukaan Olimpiade Tokyo. Juru bicara kepresidenan juga mengumumkan pada hari Senin (19/7) jika presiden juga tidak akan menghadiri pertemuan puncak dengan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga.

"Presiden Moon Jae-in telah memutuskan untuk tidak mengunjungi Jepang pada kesempatan Olimpiade Tokyo," kata juru bicara Gedung Biru Park Soo-hyun dalam konferensi pers. Seoul dan Tokyo telah mengadakan diskusi namun pembicaraan itu "masih tidak cukup" untuk menghasilkan pertemuan puncak antara kedua pemimpin.

"Kami membahas masalah antara kedua negara secara umum, dan tujuan akhirnya adalah untuk memulihkan hubungan" kata Park melanjutkan. "Tetapi diskusi lebih lanjut masih diperlukan."

"Keputusan ini dibuat secara komprehensif dengan mempertimbangkan keadaan lain," tambahnya, mengacu pada kontroversi atas komentar yang dibuat minggu lalu oleh Hirohisa Soma, wakil kepala misi di Kedutaan Besar Jepang di Seoul.


Pada Jumat pekan lalu, Penyiar Korea Selatan JTBC melaporkan bahwa seorang pejabat Jepang, yang kemudian dikonfirmasi oleh Tokyo sebagai Soma, menggambarkan upaya diplomatik Moon dengan Jepang sebagai "masturbasi." Tak pelak akibat pernyataan itu membuat wakil menteri luar negeri Korea Selatan Choi Jong-kun memanggil Duta Besar Jepang untuk Korea Selatan Koichi Aiboshi pada hari Sabtu.

Pihak Korsel mengajukan protes dan membuat Aiboshi mengeluarkan siaran pers ke media lokal. Melalui pernyataannya, ia mengatakan pernyataan Soma sangat tidak pantas dan sangat disesalkan. "Saya dengan tegas memperingatkan Menteri Soma setelah menerima penjelasannya," kata Aiboshi.

Ia mengakui jika pernyataan Soma memang tidak dapat diterima. "Sentimen publik harus diperhitungkan, dan suasana di dalam Gedung Biru menjadi skeptis (tentang pertemuan puncak," katanya melanjutkan.

Survei baru-baru ini menunjukkan jika publik di Korsel tidak setuju jika Moon Jae-in bertandang ke Jepang, dengan 60,2 persen menentangnya. "Pemerintah Jepang harus mengambil langkah-langkah tindak lanjut yang tepat sesegera mungkin untuk mencegah insiden seperti itu terjadi lagi di masa depan," tambah Park.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts