Dukungan Publik Rendah, Sponsor Utama Olimpiade Tokyo 2020 Batalkan Iklan
Kyodo News/AP Photo/Shinji Kita
Dunia
Kontroversi Olimpiade Tokyo

Dalam hitungan hari, Olimpiade Tokyo 2020 akan digelar. Akan tetapi, dukungan dari publik, khususnya masyarakat Tokyo, masih sangat rendah sehingga membuat sponsor utama menarik diri.

WowKeren - Olimpiade Tokyo 2020 yang sempat tertunda akibat pandemi COVID-19, segera di gelar tahun ini. Akan tetapi, banyak publik yang tidak mendukung, khususnya warga Tokyo karena angka COVID-19 saat ini masih terbilang tinggi.

Terbaru, sponsor utama Olimpiade Tokyo 2020 yakni Toyota, diketahui tidak akan menayangkan iklan TV terkait dengan pagelaran olahraga tersebut. Hal ini dikarenakan kurangnya dukungan publik, kemudian dua pertiga penyelenggara Jepang juga meragukan dapat menjaga keamanan pertandingan selama pandemi COVID-19.

Akio Toyoda selaku Chief Executive Officer Toyota Motor Corp, dan jajaran lainnya mengatakan tidak akan menghadiri upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara pada Senin (19/7).

"Memang benar, Toyota tidak akan menghadiri upacara pembukaan, dan keputusan itu dibuat dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk tidak ada penonton," tutur Jubir. "Kami tidak akan menayangkan iklan apapun yang terkait dengan Olimpiade di Jepang."


Sementara itu, sekitar 60 perusahaan Jepang yang telah membayar lebih dari USD 3 miliar (setara dengan Rp43,6 triliun) untuk hak sponsorship Olimpiade 2020 yang ditunda, kini menghadapi dilema apakah akan tetap melanjutkan atau tidak. Seperti yang diketahui, sejauh ini Olimpiade Tokyo 2020 masih mendapatkan sedikit dukungan dari publik.

Berdasarkan surat kabar Asahi, sampai pada empat hari menjelang upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020, 68 persen responden menyatakan keraguan terkait dengan penyelenggaraannya di tengah pandemi COVID-19. Kemudian, 55 persen di antaranya, menentang Olimpiade untuk terus dilaksanakan.

Selanjutnya, tiga perempat dari 1.444 orang dalam survei telepon mengatakan bahwa mereka setuju dengan keputusan penyelenggara yang melarang penonton hadir menonton secara langsung. Di tengah angka kasus COVID-19 yang meningkat di Tokyo, publik semakin khawatir dengan kedatangan ribuan atlet, pejabat, dan jurnalis dari luar negeri akan semakin memperburuk keadaan.

Di sisi lain, Presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach mengatakan bahwa dirinya berharap masyarakat Jepang bisa menyambut acara tersebut. Olimpiade Tokyo 2020, akan dimulai pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2021.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts