Olimpiade Tokyo Mulai Dibuka dengan Softball, CEO Tegaskan Tetap Bisa Batal di Detik-Detik Terakhir
Piqsels
Dunia
Kontroversi Olimpiade Tokyo

Meski upacara pembukaan Olimpiade Tokyo baru akan digelar dalam 2 hari ke depan, turnamen ini sudah dibuka dengan pertandingan Softball yang dimenangkan telak oleh tuan rumah Jepang.

WowKeren - Upacara pembukaan Olimpiade Tokyo akan diselenggarakan dalam dua hari ke depan. Namun sejumlah turnamen sudah diselenggarakan terlebih dahulu, termasuk Softball.

Tuan rumah Jepang menjamu Australia di pertandingan pembuka tersebut di Fukushima pada Rabu (21/7) waktu setempat, dan hasilnya kemenangan telak 8-1 untuk Jepang. Turnamen Softball sendiri memang sangat disorot karena untuk pertama kalinya kembali ke olimpiade sejak ditiadakan pada 2008 lalu.

Sesuai ketentuan, pertandingan itu digelar dengan tidak menghadirkan penonton di venue sama sekali karena pembatasan aktivitas di tengah wabah COVID-19. Kemenangan ini juga memiliki nilai tersendiri untuk Jepang, meski musuh terkuatnya diprediksi adalah Amerika Serikat yang akan menghadapi Italia terlebih dahulu di hari yang sama.

Meski mulai diselenggarakan dengan berbagai pembatasan ketat, pro dan kontra atas pelaksanaan Olimpiade Tokyo tak berhenti bergema. Masih banyak yang khawatir bahwa turnamen olahraga multinasional ini bisa menjadi ajang penyebaran wabah virus Corona.


Karena itulah, Ketua Komite Penyelenggara Olimpiade Tokyo, Toshiro Muto, menegaskan bahwa turnamen itu masih sangat berpotensi untuk dibatalkan meski di detik-detik terakhir. Sebab komite akan sangat mempertimbangkan perkembangan penyebaran wabah COVID-19.

"Kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi terkait jumlah kasus virus Corona," kata Muto dalam konferensi pers belum lama ini, dilansir dari CGTN, Rabu (21/7). "Jadi kami akan terus melanjutkan diskusi jika ada lonjakan jumlah kasus."

"Kami sudah sepakat kami akan menggelar konvensi lima partai lagi tergantung situasi wabah virus Corona," imbuhnya. "Di poin ini, kasus infeksi COVID-19 mungkin masih bisa melonjak atau menurun, jadi kami akan memikirkan langkah lebih lanjut bila ada kenaikan jumlah kasus COVID-19."

Sementara itu elektabilitas Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mencapai titik terendahnya sejak menjabat di pemerintahan pada September 2020. Tingkat kepercayaan atas pemerintahan Suga juga menurun dan semua terkait dengan pelaksanaan Olimpiade Tokyo, apalagi karena kini makin banyak atlet yang dikonfirmasi positif COVID-19.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts