Wabah Mengganas, Prancis Wajibkan 'Paspor' Bebas COVID-19 untuk Kunjungi Eiffel dan Nonton Bioskop
Flickr/anirudhkoul
Dunia
Pandemi Virus Corona

Salah satu 'paspor' yang dimaksud adalah bukti telah divaksin COVID-19. Pasalnya otoritas Prancis mendapati 96% dari kasus baru COVID-19 dialami oleh mereka yang belum divaksin.

WowKeren - Seperti negara lain, virus Corona varian Delta, juga membuat Prancis waswas. Kekhawatiran terjadi lonjakan kasus tak terkendali membuat Prancis mengambil langkah tegas, termasuk dengan mewajibkan warganya memiliki "paspor" bebas COVID-19 untuk mengunjungi berbagai penjuru lokasi.

"Dunia sedang menghadapi gelombang baru dan kita harus bergerak," tegas Perdana Menteri Prancis, Jean Castex. Dan secara spesifik, Castex menyoroti rendahnya tingkat vaksinasi COVID-19 di negaranya, yang menjadi syarat utama di balik paspor ini.

Salah satu yang langsung menerapkan kebijakan ini adalah pengelola Menara Eiffel, Paris, yang berlaku mulai Rabu (21/7) waktu setempat. Pengunjung yang hendak menuju lokasi ikonik di Paris itu harus menunjukkan "paspor", baik berupa bukti mereka sudah divaksin penuh, dikonfirmasi negatif COVID-19 dengan batas waktu tertentu, atau bukti telah sembuh dari COVID-19.

Ketentuan ini pun tidak hanya berlaku untuk pengunjung Menara Eiffel. Pengunjung museum Prancis hingga penonton bioskop juga harus mengikuti peraturan ini.


Karena itulah, PM Castex kembali menegaskan pentingnya menerima vaksin COVID-19. "Solusinya adalah vaksinasi, vaksinasi, vaksinasi," jelas Castex di channel televisi TF1, dikutip pada Kamis (22/7).

Apalagi karena dari 18 ribu kasus baru COVID-19 di Prancis, sebanyak 96 persen di antaranya ternyata belum menerima vaksin. Karena itu pula Presiden Prancis Emmanuel Macron, berencana menerapkan peraturan serupa untuk area publik lain termasuk restoran.

Meski ditegaskan demi keamanan publik, banyak yang kontra terhadap keputusan pemerintah Prancis ini. Termasuk tentu saja kelompok yang menolak vaksinasi COVID-19.

Beberapa pengunjung Menara Eiffel pun merasa terganggu dengan ketentuan ini. "Mereka memaksamu untuk memakai masker dan melakukan beberapa hal yang seperti pembatasan. Menurut saya ini adalah pelanggaran terhadap kebebasan," tutur Juan Truque, pengunjung Menara Eiffel dari Miami, Amerika Serikat, yang belum divaksin.

Prancis sendiri sebelumnya sudah sempat di fase bisa mengontrol laju penambahan kasus positif COVID-19 per harinya. Namun dalam 2 pekan terakhir, kemabli terjadi lonjakan kasus sehingga berbagai pembatasan ketat harus segera dilakukan demi mencegah kolapsnya rumah sakit dan layanan kesehatan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts