Italia 'Mengamuk' Venesia Dimasukkan UNESCO ke Daftar Warisan Budaya Dalam Bahaya
Flickr/gnuckx
Dunia

UNESCO memasukkan kanal Venesia yang indah ke daftar situs warisan budaya yang dalam kondisi berbahaya. Italia pun menolak klaim tersebut karena merasa sudah melakukan upaya pencegahan wisata massal.

WowKeren - United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization alias UNESCO, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang juga mengurusi soal situs-situs warisan budaya menjadi sorotan beberapa waktu belakangan. Usai menempatkan Great Barrier Reef, gugusan terumbu karang terbesar dunia yang terletak di Australia, ke daftar dalam bahaya, UNESCO juga akan memasukkan Venesia di daftar serupa.

UNESCO menyoroti sejumlah masalah di situs kanal air yang ikonik tersebut, termasuk wisata massal yang berlebihan. Namun langkah UNESCO ini ditentang keras oleh otoritas Venesia yang merasa telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah kerusakan lebih jauh terhadap situs budaya tersebut.

Menteri Kebudayaan Italia, Dario Franceschini, mengungkit larangan kapal dengan bobot lebih dari 25 ribu ton untuk melintas di Venesia dan mengalihkannya ke pelabuhan industri yang masih berada di jalur perairan yang sama, seperti St. Mark's Basin dan Kanal Giudecca. Kebijakan ini sendiri baru akan berlaku pada 1 Agustus 2021 mendatang menyusul berbagai penyesuaian di tengah pandemi COVID-19, namun Italia merasa seharusnya upaya mereka sudah "menenangkan" UNESCO.


"Sekarang perhatian dunia tengah begitu tinggi terhadap Venesia. Sudah menjadi tugas semua orang untuk melindungi laguna dan mengidentifikasi perkembangan jalur yang berkelanjutan untuk situs unik ini," tutur Franceschini, dikutip dari Associated Press, Jumat (23/7).

Belum ada tanggapan dari UNESCO pasca Venesia menolak klaim "dalam bahaya" yang disematkan badan PBB tersebut. Namun langkah pemerintah Italia ini juga mendapat kritikan dari kelompok non-pemerintah, World Heritage Watch.

Mereka berpendapat langkah pemerintah hanya menyelesaikan salah satu dari sekian banyak masalah yang dihadapi Venesia tanpa mengindahkan ancaman lain seperti manajemen sumber kebudayaan dan alam serta mengontrol perkembangan urban di sekitar kanal. Mereka juga menyoroti tidak adanya solusi jangka panjang karena pengalihan kapal pesiar 25 ribu ton ke dua pelabuhan industri hanya menjadi alternatif penyelesaian masalah dalam jangka pendek.

"Masalah yang menimpa pelestarian Venesia dan lagunanya sebenarnya terkait dengan kerangka kerja tata kelola yang kompleks dan tidak efektif," kritik Ketua World Heritage Watch, Stephen Doempke, kepada komite UNESCO. "Ini tidak memiliki visi jangka panjang serta strateginya tak melibatkan masyarakat lokal sama sekali."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts