94% Pasien Meninggal COVID-19 Diklaim Belum Vaksin, Kemenkes Malah Akui Stok Menipis
Twitter/KemenkesRI
Nasional
Vaksin COVID-19

Wamenkes Dante Saksono menyatakan 94 persen pasien meninggal COVID-19 dalam kondisi belum divaksin. Namun Menkes Budi Gunadi Sadikin juga mengungkap bahwa stok vaksin Indonesia saat ini menipis.

WowKeren - Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengklaim bahwa 94 persen pasien meninggal COVID-19 dalam kondisi belum divaksin. Hal ini disampaikannya demi mendorong masyarakat agar berkenan divaksin demi terlindungi dari wabah virus Corona.

Namun klaim ini malah "dimentahkan" Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Slamet Budiarto, mengaku belum tahu data yang disampaikan Dante itu didapat darimana.

"Makanya harus ditanyakan dulu dapat darimana. Karena saya kan direktur rumah sakit belum pernah melaporkan pasien COVID-19 yang meninggal dunia itu sudah divaksin atau belum," kata Slamet kepada Republika, Senin (26/7).

Meski klaim Dante ini menjadi polemik tersendiri, namun pentingnya vaksinasi COVID-19 tetap tidak boleh dikesampingkan. Namun sayangnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengakui bahwa saat ini laju vaksinasi sedang menurun karena berkurangnya pasokan.


"Kalau ditanya kenapa tidak bisa lebih cepat lagi? Karena memang jumlah vaksinnya cuma segitu," papar Budi Gunadi dalam konferensi pers online-nya, Senin (26/7). Kendati demikian, Budi Gunadi memastikan 30 juta dosis vaksin COVID-19 akan masuk Indonesia pada bulan Juli 2021, diikuti dengan 45 juta dosis lagi bulan Agustus mendatang.

Budi Gunadi mengaku bersyukur dengan antusiasme masyarakat akan vaksinasi. Karena itulah ia berjanji akan terus menjaga pasokan vaksin COVID-19 untuk Indonesia, meski saat ini akan diutamakan untuk kelompok rentan dan risiko tinggi seperti tenaga kesehatan, lansia, maupun komorbid.

Pemerintah juga mendistribusikan vaksin ke lokasi yang berisiko COVID-19 lebih tinggi terlebih dahulu. Seperti Jawa dan Bali yang sampai harus memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 sampai 2 Agustus 2021.

"Ya karena kemungkinan terkenanya juga banyak, masuk rumah sakitnya banyak, dan wafatnya juga paling banyak. Provinsi-provinsi itu otomatis akan mendapatkan prioritas," papar Budi Gunadi.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, juga mengklaim bahwa stok vaksin Indonesia saat ini menipis. "Kita butuh vaksin 426 juta dosis. Yang kita terima sampai saat ini 130 juta dosis," tutur Siti Nadia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts