Myanmar Serukan Bantuan Internasional Dalam Hadapi Pandemi COVID-19
Dunia
Pandemi Virus Corona

Myanmar mengalami lonjakan kasus COVID-19 di tengah kudeta yang masih terus terjadi. Pemimpin militer saat ini tengah mencari bantuan dalam upaya penanganan COVID-19.

WowKeren - COVID-19 masih menjadi wabah global yang menyerang negara-negara di dunia. Masing-masing pemerintah negara juga tengah berupaya keras dalam mengatasi pandemi ini.

Angka COVID-19 di sejumlah negara juga mengalami kenaikan, salah satunya Myanmar. Pemerintah militer Myanmar, saat ini tengah berupaya menjalin kerja sama yang lebih besar dengan komunitas atau organisasi internasional untuk membantu menangani pandemi.

Seruan bantuan itu dilaporkan oleh media pemerintah pada Rabu (28/7), saat Myanmar tengah berjuang melawan gelombang infeksi COVID-19 yang melonjak. Jenderal Senior Min Aung Hlaing menyerukan untuk lebih banyak menjalin kerja sama dalam pencegahan, pengendalian, dan pengobatan COVID-19.

Berdasarkan laporan dari Global News Light of Myanmar, Min Aung mengatakan bahwa pihaknya saat ini juga ingin menjalin kerja sama dengan anggota Perhimbunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan negara sahabat lainnya. Seperti yang diketahui, hingga saat ini, Myanmar masih dalam kondisi kudeta yang dilakukan oleh junta militer.


Sebagai pengingat, kudeta itu dilakukan oleh junta Myanmar kepada Aung San Suu Kyi selaku pemimpin pemerintah terpilih pada Februari lalu. Adapun dalam kudeta itu menuai banyak protes dari masyarakat, kemudian mendapatkan respons dari junta, sehingga membuat keadaan semakin kacau.

Lebih lanjut, Pemimpin junta mengatakan bahwa vaksinasi COVID-19 di Myanmar perlu ditingkatkan, baik melalui dosis yang disumbangkan dan dengan mengembangkan produksi vaksin lokal. Adapun vaksin COVID-19 dalam negeri yang tengah dikembangkan oleh Myanmar itu dibantu oleh Rusia. Selain itu, pihaknya juga tengah berusaha mendapatkan anggaran dana COVID-19 dari ASEAN.

Sebagai informasi, baru-baru ini, Myanmar mendapatkan 2 juta lebih dosis vaksin COVID-19 dari Tiongkok. Meski demikian, stok tersebut hanya mampu menyuntikkan ke sekitar 3,2 persen masyarakat Myanmar. Selain itu, Myanmar juga tengah fokus melakukan percepatan vaksinasi di wilayah yang mengalami lonjakan kasus.

Pemimpin militer Myanmar juga meminta masyarakat untuk terus saling membantu di masa pandemi seperti saat ini. Dengan begitu, diharapkan pandemi bisa segera berakhir.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts