Gaduh Data Nasabah Bocor di Forum Peretas, BRI Life Ungkap Hasil Investigasi
Pexels/Vitaly Vlasov
Nasional
Kebocoran Data Pribadi WNI

Kali ini ganti data pribadi milik nasabah BRI Life yang diduga bocor di forum peretas. BRI Life pun sudah melakukan investigasi di balik kasus ini dan begini hasilnya.

WowKeren - Kembali kasus kebocoran data dialami oleh warga Indonesia. Kini yang menghebohkan dugaan 2 juta data nasabah PT Asuransi BRI Life bocor dan diperjualbelikan dengan bebas di forum peretas RaidForums.

BRI Life pun ternyata telah melakukan investigasi menyusul dugaan kebocoran data tersebut. Dan hasilnya, menurut BRI Life, pelaku kejahatan siber tersebut melakukan intrusi ke dalam sistem BRI Life Syariah yang memuat sekitar 25 ribu data pemegang polis syariah individu.

Sistem ini, diterangkan oleh Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan BRI Life, Ade Ahmad Nasution, adalah stand alone system alias sistem yang berdiri sendiri dan terpisah dari core system BRI Life. Karena itulah, ia juga memastikan bahw adata tersebut tidak berkaitan dengan data BRI Life maupun BRI Group lainnya.

"Kejadian ini tidak memberikan dampak kepada data nasabah BRI maupun BRI Group lainnya. Tidak ada lateral action terhadap portofolio yang lain, karena sistem ini stand alone," jelas Ade dalam keterangan resminya, Kamis (29/7).


Ade juga memastikan bahwa link awal yang memuat data bocor tersebut sudah tak bisa ditemukan lagi. Dan untuk mengantisipasi kejadian serupa terjadi di masa depan, serta bentuk komitmen perlindungan terhadap nasabah, Ade mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait sesegera mungkin.

Dalam hal ini termasuk berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Sedangkan untuk kepentingan penegak hukum, BRI Life sudah berkoordinasi dengan Direktorat Cyber Crime Bareskrim Polri dan Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN).

"BRILife memastikan data pemegang polis tidak berubah dengan data awal yang ada di sistem," pungkas Ade. Sebelumnya sejumlah otoritas seperti Bareskrim Polri dan Kementerian Kominfo juga sudah turun tangan menginvestigasi dugaan data bocor ini.

Peristiwa bocornya data warga Indonesia dan diperjualbelikan di forum peretas sebelumnya sudah pernah terjadi. Bahkan cakupannya sampai ratusan juta data yang disebut-sebut terekam di basis data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Karena itulah, kini pemerintah makin didesak untuk segera mengesahkan RUU Perlindungan Data Pribadi.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts