Curhat Pedagang Soal Aturan Makan Maksimal 20 Menit: Kasihan Pelanggan Hingga Sungkan Untuk Menegur
Pixabay/Mumtahina Rahman
Nasional
PPKM Darurat

Sejumlah pedagang dan penjaga warung makan di wilayah Jakarta mengungkapkan sulitnya penerapan dan pengawasan aturan makan di tempat maksimal 20 menit.

WowKeren - Aturan makan maksimal 20 menit di warung, warteg, dan pedagang kaki lima selama PPKM Level 4 menuai polemik. Aparat sendiri telah menyatakan bahwa aturan tersebut tak dapat diawasi sepenuhnya.

Di lapangan, para pedagang umumnya mengaku sungkan untuk mengingatkan pembeli yang makan di tempat mereka. Seperti penjaga salah satu warung sate di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

"Iya, kami mengingatkan di awal. Ngeri juga kalau didatengin Pol PP," tutur penjaga warung sate tersebut kepada CNN Indonesia."

Meski sempat diingatkan di awal, ada beberapa pelanggan yang masih berada di warung tersebut melebihi batas waktu 20 menit. Pihak penjual pun tak terus menerus mengingatkan aturan tersebut kepada pelanggan.

Sementara itu, sejumlah pemilik lapak di area food court di kawasan Kemang, Jaksel, mengaku sungkan mengingatkan aturan makan 20 menit kepada pelanggan. Mereka mengaku kasihan jika pelanggan harus makan terburu-buru.


"Agak sungkan juga. Kasihan juga sih kadang. Soalnya makan kalau dicepat-cepat, enggak enak juga. Jadi, enggak enak aja," tutur seorang penjual rice box bernama Lukman.

Lukman sendiri menilai waktu 20 menit bahkan tidak cukup untuk sekadar makan. Apalagi masyarakat biasa makan di tempat umum sambil berbincang.

"Kalau makan kita nunggu makanan juga pasti lama. Dibuat makanan dulu baru jadi," ujarnya. "Belum kita makannya. Jadi kalau 20 menit kurang."

Penjaga warung kopi di lokasi yang sama, Ryan, juga menyuarakan hal serupa dengan Lukman. Karena merasa sungkan, Ryan hanya berharap agar masyarakat bisa saling memahami dan sadar akan aturan yang diterapkan pemerintah. Menurut Ryan sendiri, dibutuhkan waktu setidaknya 30 menit untuk makan di tempat.

"Jujur kalau negur kita enggak enak," ungkapnya. "Yang ngerti sih enak. Kadang ada orang makan di sini, tanya. Ada yang datang jam 21.00, enggak bisa. Harusnya dibungkus aja. Kalau ada yang makan di sini, repot juga ada Pol PP."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts