Varian Delta saat ini mulai merebak luas di kawasan Tiongkok. Hal ini dikhawatirkan akan membuat pertumbuhan ekonomi di Tiongkok terkendala dan terhambat, sehingga mengalami penurunan.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Rabu, 04 Agustus 2021 - 14:01 WIB
WowKeren - COVID-19 hingga saat ini masih menjadi wabah global yang sedang dihadapi oleh negara-negara di dunia. Seperti yang diketahui, awal kemunculannya berasal dari Wuhan, Tiongkok, pada akhir 2019 lalu, yang kemudian merebak luas.
Sejak saat itu lah, pergerakan perekonomian di Tiongkok mulai mengalami gejolak, khususnya di sektor pariwisata. Hal ini lantas mendorong para analis untuk meninjau proyeksi pertumbuhan ekonomi mereka karena risiko yang meningkat.
Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus yang semakin tinggi, pihak berwenang pun terpaksa menutup lokasi wisata, membatalkan acara budaya, dan membatalkan penerbangan. Hal ini juga disebabkan oleh kekhawatiran merebaknya varian Delta yang saat ini telah menyebar ke hampir setengah dari 32 provinsi Tiongkok.
Adapun penyebaran tersebut hanya dalam kurun waktu dua minggu. Setidaknya telah ada 46 kota yang meminta warganya untuk tetap berada di rumah dan menahan diri dari bepergian, kecuali benar-benar diperlukan dan kebutuhan mendesak.
Selain virus COVID-19, Tiongkok saat ini juga tengah dihadapkan dengan permasalahan kerusakan sejumlah fasilitas umum akibat banjir yang terjadi di beberapa bagian negara. Hal ini kemungkinan besar akan membuat pemerintah menahan pengeluaran ritel dan pertumbuhan ekonomi melambat di paruh tahun kedua.
Sementara itu, dalam menghadapi pandemi COVID-19, Nomura Holdings Inc. menurunkan proyeksi pertumbuhan kuartal ketiga menjadi 5,1 persen dari 6,4 persen. Kemudian juga melihat ekspansi 4,4 persen dalam tiga bulan terakhir tahun ini yang turun dari 5,3 persen.
Selanjutnya, Nomura juga memotong perkiraan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (GDP) dari 8,9 persen menjadi 8,2 persen. Hal ini diungkapkan oleh Lu Ting selaku Kepala Ekonom Nomura untuk Tiongkok.
"Langkah-langkah kejam yang diambil oleh pemerintah berpotensi menghasilkan larangan perjalanan dan penguncian paling ketat di Tiongkok sejak musim semi 2020," tutur Lu Ting. "Badai hujan dan banjir baru-baru ini, keduanya lebih buruk dari yang diperkirakan juga memerlukan penyesuaian ke bawah pada perkiraan pertumbuhan GDP kami untuk kuartal ketiga."
(wk/tiar)