Sosok Psikolog Ini Tanggapi Soal Trend Ikoy-Ikoyan Arief Muhammad
Instagram/ariefmuhammad
Selebriti
Tren Ikoy-Ikoyan

Tuai Pro dan Kontra trend Ikoy-Ikoyan yang dipelopori YouTuber Arief Muhammad, sosok psikolog ini beri pandangannya. Lantas baik atau tidak trend Ikoy-Ikoyan?

WowKeren - Belakangan ini tengah marak trend ikoy-ikoyan. Yang mana, sejumlah influencer atau selebriti kerap random memberikan bantuan, barang bahkan uang kepada pengikut sosial medianya.

Trend ikoy-ikoyan pertama kali dicetuskan influencer sekaligus YouTuber Arief Muhammad. Namun, trend ikoy-ikoyan ini menimbulkan pro kontra di kalangan masyarakat. Bahkan tak sedikit selebriti Tanah Air yang mengecam trend tersebut.

Seorang Psikolog bernama Melissa Grace pun memberikan sedikit pemahamannya perihal trend ikoy-ikoyan. Pendapat Melissa itu disampaikannya melalui program acara milik Trans TV yakni "Rumpi No Secret" yang dipandu Feni Rose.

"Jadi kalau di salah satu teori kepribadian di Psikologi, ada teori dari Albert Bandura tentang social cognitive learning theory, di mana seseorang bisa belajar dengan cara mencontoh perilaku orang lain," terang Melissa. "Tetapi dalam teori ini juga dijelaskan enggak semata-mata ada orang berperilaku apa terus kita contoh, tidak."


Melissa mengatakan trend ikoy-ikoyan tak melulu harus dicontoh. Sebaliknya, semua pihak harus paham apakah trend tersebut merugikan atau menguntungkan. Menurut Melissa, setiap individu harus memiliki kemampuan untuk mengontrol dirinya sendiri.

"Ada proses pola pikir yang melibatkan, dalam arti kalau ada trend seperti itu, baik atau tidaknya ya tergantung motifnya apa, karena kan tiap orang punya motif dalam berperilaku," terang Melissa. "Dan kitanya sendiri dalam individu jadi agen mengontrol diri."

Melissa juga melihat trend ikoy-ikoyan dengan sisi baik dan buruk. Melissa tak membenarkan bila nantinya trend tersebut menimbulkan ketagihan atau terkesan memaksa orang lain agar melakukan sesuatu untuknya.

"Gimana kita melihat fenomena itu, ya kalau dilihat sari satu sisi baik karena membagi-bagi sesuatu," pungkas Melissa. "Tapi kalau itu kemudian membuat orang nagih seperti malakin, nah itu beda soal, jadi gimana melihatnya aja."

(wk/Sisi)

You can share this post!

Related Posts