Warga Luar Jawa Bali Siap-Siap! Pemerintah Siap Bagikan Obat COVID-19 Gratis, Mulai Kapan?
Pixnio
Nasional

Menteri BUMN Erick Thohir membuka opsi paket obat terapi COVID-19 akan dibagikan secara gratis ke masyarakat luar Jawa dan Bali. Begini penjelasan Erick.

WowKeren - Beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo memulai program membagikan ratusan ribu paket obat terapi COVID-19 gratis kepada masyarakat. Yang menjadi sasaran pertama adalah para pasien positif yang menjalani isolasi mandiri di wilayah Jawa, bahkan Jokowi sempat melakukan blusukan membagikan sendiri paket obat tersebut.

Dan kini paket obat yang sama tampaknya akan siap didistribusikan ke luar Jawa dan Bali juga. Hal ini seperti disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir dalam konferensi pers virtualnya.

"Kita lakukan kemarin bersama TNI kita coba distribusikan obat gratis di daerah Jawa. Dan bismillah berikutnya nanti di luar Jawa kita lakukan karena memang positif COVID-19 yang masih meningkat," tutur Erick, Kamis (12/8).

Pada kesempatan tersebut, Erick juga memastikan BUMN akan memproduksi obat COVID-19 murah ke depannya, sebagaimana sudah diarahkan Presiden Joko Widodo. Harapan utamanya adalah supaya Indonesia tidak lagi tergantung pada praktik impor obat.


"Ataupun seperti yang diarahkan bapak presiden bagaimana kita memproduksi obat murah. Jangan tergantung lagi dengan obat-obat impor terus," kata Erick.

Lantas kira-kira kapan paket obat COVID-19 untuk masyarakat luar Jawa dan Bali ini akan mulai didistribusikan? Erick sayangnya tidak memberi keterangan detail soal hal tersebut namun tentu saja diharapkan bisa dibagikan dalam waktu dekat mengingat perkembangan kasus COVID-19 di luar Jawa-Bali tengah begitu mengerikan.

Bahkan dari 201 zona merah COVID-19 Indonesia per 8 Agustus 2021, sebagian besar berasal dari luar Jawa dan Bali. Hanya ada 4 dari 34 provinsi Indonesia yang nihil zona merah, yang salah satunya adalah DKI Jakarta.

Di sisi lain, Erick pada kesempatan itu juga menyinggung perihal ekonomi Indonesia yang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Meski demikian, Erick menilai ekonomi Indonesia belum sepenuhnya pulih sementara masih berjibaku dengan pandemi COVID-19.

"Tanda-tanda pemulihan daripada ekonomi sudah terlihat, tapi penting, tidak mungkin kita bicara Indonesia tumbuh tapi tidak sehat," pungkas Erick. "Indonesia kita sehatkan dulu baru kita bisa bicara tumbuh dan tentu yakin kita akan tumbuh, tanda-tanda sudah terlihat, kita juga sudah punya basis yang luar biasa tidak hanya SDA tapi market yang sangat besar."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait