Studi AS: Vaksin Moderna Lebih Ampuh Lawan Corona Varian Delta, Bahkan Lampaui Pfizer
Flickr/Eric Garcetti
Dunia
Vaksin COVID-19

Studi dari Mayo Clinic AS mengungkap bahwa vaksin Moderna kemungkinan lebih efektif menghadapi virus Corona varian Delta, bahkan bila dibandingkan dengan Pfizer-BioNTech.

WowKeren - Selama ini vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech yang paling dianggap mumpuni, termasuk dalam menghadapi virus Corona varian Delta. Namun hasil studi terbaru ini tampaknya membantahkan anggapan tersebut.

Dua penelitian yang jurnal ilmiahnya sudah diunggah di medRxiv mengungkap bahwa vaksin mRNA dari Moderna sedikit lebih efektif terhadap varian Delta ketimbang vaksin Pfizer-BioNTech. Mengutip Reuters, kedua jurnal ini masih memerlukan ulasan dari rekan sejawat.

Jurnal pertama lebih menitikberatkan pada peluang diperlukannya suntikan booster alias dosis ketiga. Hal ini tampak dari efektivitas vaksin Moderna yang mencapai 86 persen pada awal 2021 turun menjadi 76 persen pada Juli, temuan serupa juga diamati pada penerima vaksin Pfizer dari 76 ke 42 persen pada periode waktu yang sama.

Pada periode waktu tersebut, varian Delta masih belum mendominasi COVID-19 di Amerika Serikat yang menjadi basis penelitian. Meski demikian, kedua vaksin masih terbukti efektif mencegah pasien COVID-19 untuk sampai dirawat di rumah sakit.


Jurnal kedua menunjukkan pasien lansia COVID-19 memproduksi respons imun yang lebih kuat setelah menerima vaksin Moderna. Bahkan ketika mereka terinfeksi varian virus Corona yang lebih bermasalah, dengan respons imunnya pun lebih baik ketimbang yang dihasilkan oleh penerima vaksin Pfizer.

Peneliti pun mengambil kesimpulan pasien lansia memerlukan suntikan dosis booster serta tindakan perlindungan lain di tengah varian COVID-19 yang lebih berbahaya. Hal senada pun disampaikan perwakilan Pfizer kepada Reuters.

"Kami masih memercayai perlunya vaksin dosis ketiga atau booster dalam 6-12 bulan setelah vaksinasi dosis penuh," kata Pfizer, dikutip pada Jumat (13/8). "Untuk menjaga tingkat tertinggi dari perlindungan."

Perihal efektivitas vaksin Pfizer pun ikut dibahas di sebuah jurnal tambahan yang masih menunggu ulasan rekan sejawat di medRxiv. Disebutkan vaksin Pfizer kemungkinan efektif memicu antibodi terhadap virus Corona selama lima bulan, terbukti dari tingkat peluang terinfeksinya yang lebih tinggi ketika penerima sudah divaksin dengan Pfizer dalam periode lebih dari lima bulan sebelum penelitian.

(wk/elva)


You can share this post!

Related Posts