Kru Selandia Baru Kaget Syuting Musim Kedua 'Lord of The Rings' Amazon Pindah ke Inggris
Amazon Studios
TV

Keputusan Amazon untuk memindahkan lokasi syuting ke Eropa membuat kru di Selandia Baru terkejut. Bagaimana tidak, mereka diberitahu hanya 20 menit sebelum keputusan diumumkan.

WowKeren - Keputusan Amazon Studios untuk mengalihkan produksi seri "Lord of the Rings" dari Selandia Baru ke Inggris telah membuat sektor produksi di negara itu terkejut bukan main. Langkah ini sangat disayangkan mengingat serial itu adalah salah satu yang beranggaran fantastis.

Syuting musim pertama dimulai pada April 2020 dan berlangsung selama 18 bulan termasuk jeda yang diberlakukan akibat virus corona. Syuting selesai pada 2 Agustus. Pasca produksi musim pertama sekarang akan berlanjut di Selandia Baru hingga Juni 2022.

Untuk pra-produksi musim kedua akan dimulai secara bersamaan di Inggris mulai awal 2022. Keputusan ini membuat kru di Selandia Baru terkejut. Bagaimana tidak, mereka diberitahu hanya 20 menit sebelum keputusan diumumkan pada Jumat (13/8) pagi waktu setempat.

"Ini memalukan dan saya paham apa yang dirasakan semua orang yang telah menaruh hati mereka dalam produksi ini," kata David Strong, CEO Komisi Film Selandia Baru. Dia mengatakan bahwa kepergian serial tersebut "membuka pintu lebih lebar bagi orang lain untuk masuk".


Amazon sebelumnya telah mengindikasikan bahwa seri tersebut dapat berjalan selama enam atau tujuh musim. Beberapa orang di Selandia Baru berasumsi bahwa syuting serial itu semua akan dilakukan di negara tersebut.

Selandia Baru telah dikenal sebagai lokasi syuting untuk trilogi film "The Lord of The Rings" yang disutradarai Peter Jackson dan adaptasi J.R.R. Tolkien "The Hobbit". Todd McClay, juru bicara partai nasional menyalahkan Stuart Nash, Menteri Ekonomi dan Pembangunan Regional, yang beberapa bulan lalu memuji produksi ini sebagai jaminan pekerjaan dan pengeluaran lokal.

"Stuart Nash telah menunjukkan kurangnya minat untuk bernegosiasi dengan Amazon, meskipun produksi dapat berdampak besar pada ekonomi kita," tegasnya. "Stuart Nash harus transparan tentang mengapa dia tidak meminta musim mendatang untuk difilmkan di Selandia Baru."

Beberapa pihak menduga jika pembatasan yang ketat terkait COVID-19 menjadi alasan dari keputusan Amazon. Ini mungkin juga menyebabkan produksi lain berpaling ke lokasi yang tidak terlalu membatasi, seperti Australia atau Inggris.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait