Kerja Sama Rahasia Minyak Antara Uni Emirat Arab-Israel Ancam Terumbu Karang di Laut Merah
Shutterstock/irisphoto1
Dunia

Para kritikus mengatakan kesepakatan minyak ini memiliki potensi kerugian berupa kerusakan permanen pada keajaiban alam, misalnya jika terjadi tumpahan minyak.

WowKeren - Kesepakatan minyak rahasia antara Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) telah membuat para aktivis lingkungan ketar-ketir. Pasalnya, kesepakatan yang dibuat tahun lalu itu telah mengubah Eilat menjadi titik jalan bagi minyak Emirat menuju pasar Barat.

Terumbu karang di Laut Merah dari resor Eilat menampung beberapa keanekaragaman karang terbesar di bumi. Terumbu karang ini merupakan salah satu koloni karang paling tangguh di dunia terhadap pemanasan laut.

Langkah ini awalnya dipuji sebagai langkah yang tepat untuk memperkuat hubungan diplomatik antar kedua negara. Namun, kesepakatan itu sekarang dipertanyakan setelah pemerintah baru Israel membuka tinjauan.

UEA dan Israel telah menandatangani lebih dari 830 juta dolar AS dalam kesepakatan perdagangan dan menandatangani banyak perjanjian perdagangan dan kerja sama. Namun kesepakatan antara perusahaan milik pemerintah Israel Europe Asia Pipeline Company dan perusahaan patungan Israel-Emirat MED-RED Land Bridge masih dirahasiakan.


Kelompok lingkungan Israel telah meminta Mahkamah Agung untuk menghentikan pengiriman minyak, mengutip catatan keamanan EAPC yang dipertanyakan dan risiko yang ditimbulkan oleh parkir supertanker terhadap ekosistem karang Eilat yang rapuh. Assaf Zevuloni, ahli ekologi Otoritas Taman dan Alam di Eilat menegaskan bahwa kerusakan kecil atau kesalahan manusia akan berakibat fatal. Terkait tumpahan minyak, ia berkata, "Bukan pertanyaan apakah itu akan terjadi, tetapi kapan itu akan terjadi."

Para kritikus mengatakan kesepakatan minyak ini memiliki potensi kerugian berupa kerusakan permanen pada keajaiban alam. "Teluk Eilat berada dalam bahaya nyata karena pipa Med-Red. Dan Israel tidak perlu menjadi jembatan minyak bagi negara lain," kata Tamar Zandberg, Menteri Lingkungan Israel.

Satu lagi yang tak kalah penting adalah efek tumpahan minyak di masa depan pada pariwisata yang merupakan sumber kehidupan Eilat. Sebab jika terjadi bencana ekologis maka kemungkinan juga akan mempengaruhi ekosistem Yordania, Mesir, dan Arab Saudi, yang semuanya berbagi perairan Teluk.

"Kami memiliki potensi kerugian nyata bagi kemanusiaan dan keanekaragaman hayati global," kata Gidon Bromberg, kepala kelompok lingkungan EcoPeace lintas batas. EAPC menepis kekhawatiran lingkungan sebagai tidak berdasar, mengklaim jika tidak ada bahaya yang ditimbulkan dari kedatangan kapal tanker.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait