Taliban Umumkan Amnesti, Ingin Kaum Wanita Gabung ke Pemerintahan
AFP
Dunia

Banyak wanita telah menyatakan ketakutannya bahwa eksperimen Barat selama dua dekade untuk memperluas hak-hak mereka tidak akan bertahan dari kebangkitan Taliban.

WowKeren - Pada Selasa (17/8) Taliban telah mengumumkan amnesti di seluruh Afghanistan. Kelompok itu juga mendesak agar kaum perempuan mau bergabung di pemerintahan mereka.

Mereka berupaya meyakinkan penduduk bahwa mereka telah berubah sehari setelah kekacauan mematikan mencengkeram bandara utama. Setelah serangan di Afghanistan yang membuat banyak kota jatuh ke tangan pemberontak tanpa perlawanan, Taliban telah berusaha untuk menggambarkan diri mereka lebih moderat.

Meski demikian, tak serta merta warga Afghanistan percaya. Masih banyak dari mereka yang skeptis. Generasi yang lebih tua masih ingat pandangan Islam ultrakonservatif Taliban. Tak hanya mencakup pembatasan ketat terhadap perempuan serta hukum rajam, namun juga amputasi dan eksekusi publik sebelum mereka digulingkan oleh invasi pimpinan AS yang mengikuti serangan teror 11 September 2001.

Banyak wanita telah menyatakan ketakutannya bahwa eksperimen Barat selama dua dekade untuk memperluas hak-hak mereka dan membangun kembali Afghanistan tidak akan bertahan dari kebangkitan Taliban. Meskipun tidak ada laporan signifikan mengenai pelanggaran di ibu kota Kabul saat Taliban berpatroli, banyak penduduk tetap tinggal di rumah dan diselimuti ketakutan.


Janji amnesti dari Enamullah Samangani, seorang anggota komisi budaya Taliban, adalah komentar pertama tentang bagaimana Taliban bisa memerintah di tingkat nasional. Kendati demikian, pernyataan ini masih belum sepenuhnya jelas mengingat Taliban masih bernegosiasi dengan para pemimpin politik dari pemerintah yang jatuh di negara itu.

"Imarah Islam Afghanistan dengan penuh martabat dan kejujuran telah mengumumkan amnesti lengkap untuk semua Afghanistan," ujarnya. "Terutama mereka yang bersama oposisi atau mendukung penjajah selama bertahun-tahun dan baru-baru ini."

Sejumlah pihak di Kabul menuduh pejuang Taliban memiliki daftar orang-orang yang bekerja sama dengan pemerintah dan mencari mereka. Samangani juga mengatakan bahwa Imarah Islam Afghanistan tidak ingin perempuan menjadi korban.

"Imarah Islam Afghanistan siap untuk menyediakan lingkungan bagi perempuan untuk bekerja dan belajar," paparnya. "Dan kehadiran perempuan dalam struktur (pemerintah) yang berbeda sesuai dengan hukum Islam dan sesuai dengan nilai-nilai budaya kami."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait