Diketahui, Muhyiddin Yassin mengundurkan diri di tengah pertengkaran internal dan meningkatnya kemarahan publik terkait penanganan pandemi meski baru menjabat kurang dari 18 bulan.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 19 Agustus 2021 - 16:04 WIB
WowKeren - Malaysia kini tengah menanti Perdana Menteri baru pengganti Muhyiddin Yassin. Diketahui, Muhyiddin mengundurkan diri dari jabatannya pada Senin (16/8) lalu.
Diketahui, Muhyiddin mengundurkan diri di tengah pertengkaran internal dan meningkatnya kemarahan publik terkait penanganan pandemi meski baru menjabat kurang dari 18 bulan. Malaysia memang memiliki salah satu tingkat infeksi dan kematian per kapita tertinggi di dunia, meski telah menerapkan keadaan darurat selama tujuh bulan dan lockdown sejak Juni.
Partai politik dengan pemerintahan terlama di Malaysia pun tampaknya akan merebut kembali jabatan Perdana Menteri. Mantan Wakil Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob digadang-gadang akan menjadi PM Malaysia yang baru menggantikan Muhyiddin usai memenangkan mayoritas parlemen dari koalisi yang bubar awal pekan ini.
Anggota parlemen pendukung Sabri telah dipanggil oleh Raja Malaysia ke Istana Negara pada Kamis (19/8) hari ini untuk memastikan dukungan mereka. Adapun penunjukkan Sabri ini pada dasarnya akan mengembalikan aliansi penguasa Muhyiddin.
Jika Sabri jadi ditunjuk sebagai PM Malaysia, Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) juga akan kembali berkuasa. Diketahui, UMNO telah memerintah Malaysia sejak kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1957 sebelum akhirnya digulingkan pada 2018 karena skandal keuangan bernilai miliaran dolar.
"Dengan Ismail Sabri siap menjadi perdana menteri Malaysia berikutnya di bawah aliansi yang sama, banyak orang Malaysia akan melihatnya sebagai tidak lebih dari permainan kursi musik," ujar Ei Sun Oh, seorang rekan senior di Institut Urusan Internasional Singapura, dilansir Associated Press.
Media lokal melaporkan bahwa Sabri memperoleh 114 suara, melampaui 111 suara yang dibutuhkan untuk menentukan suara mayoritas. Ini mirip dengan dukungan yang dimiliki Muhyiddin sebelum 15 anggota parlemen UMNO menarik dukungan untuknya hingga menyebabkan pemerintahannya runtuh.
Sebagai informasi, Sabri telah diangkat menjadi Menteri Pertahanan kala Muhyiddin menjabat sebagai PM pada Maret 2020 lalu. Sabri kemudian diangkat menjadi Wakil PM pada bulan Juli, ketika Muhyiddin berusaha mendapatkan dukungan dari UMNO. Sejak Muhyiddin mengundurkan diri, partainya telah menyuarakan dukungan untuk Sabri.
(wk/Bert)