Distribusi Bantuan untuk Korban Gempa Haiti 'Alot', Dua Dokter Malah Hilang Diculik
AFP/Stanley Louis
Dunia

Sebuah rumah sakit besar di ibu kota Port-au-Prince, tempat dikirimnya korban luka akibat gempa di semenanjung barat daya, ditutup pada Kamis (19/8) sebagai bentuk protes.

WowKeren - Haiti tengah berjibaku menanggulangi dampak gempa bumi di tengah badai tropis. Meski bantuan sudah mulai berdatangan, namun kemiskinan, ketidakamanan, serta kurangnya infrastruktur yang memadai menjadi tantangan besar di negara itu.

Pasokan bantuan dari swasta maupun pemerintah AS telah tiba namun hujan Badai Tropis Grace memperparah kondisi dan orang-orang semakin frustrasi dengan langkah yang lambat. Belum selesai, sebuah rumah sakit besar di ibu kota Port-au-Prince, tempat dikirimnya korban luka akibat gempa di semenanjung barat daya, ditutup pada Kamis (19/8).

Adapun langkah ini diambil sebagai bentuk protes usai dua orang dokter hilang diculik, salah satu dari mereka adalah seorang ahli bedah ortopedi yang jumlahnya juga sangat terbatas di negara itu. Penculikan ini merupakan pukulan besar di tengah upaya untuk mengendalikan kekerasan kriminal yang telah mengancam upaya tanggap bencana di sana.

Dengan gencatan senjata oleh geng yang seharusnya terjadi setelah gempa, penculikan tetap menjadi ancaman. Hal ini terlihat dari penyitaan dua dokter yang bekerja di Rumah Sakit Swasta Bernard Mevs di Port-au-Prince, di mana sekitar 50 korban gempa dirawat.


Masalah lain muncul di provinsi selatan yang rusak akibat gempa, di mana polisi nasional mengatakan penduduk desa memasang barikade di jalan untuk mencegah bantuan masuk. Mereka beralasan bahwa mereka juga membutuhkan bantuan.

Juru bicara Kepolisian Nasional Marie-Michelle Verrier mengatakan 22 tahanan telah melarikan diri dari penjara Les Cayes setelah gempa. "Bagi orang-orang yang memblokir jalan di waktu luang mereka untuk menghentikan (bantuan) agar tidak sampai ke orang-orang, Anda harus menunggu sampai bantuan datang kepada Anda," tegasnya.

Ketegangan terkait lambatnya penyaluran bantuan semakin terasa nyata di daerah yang paling parah dilanda gempa. Di bandara kecil Les Cayes, orang-orang memadati pagar pembatas saat bantuan dimuat ke truk. Bahkan polisi sampai harus melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan kerumunan.

Orang-orang juga berkumpul di gedung-gedung yang runtuh di kota. Mereka menuntut terpal agar bisa membuat tempat perlindungan sementara setelah hujan lebat Grace melanda.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait