Zaki Anwari diyakini berusaha berpegangan pada bagian luar pesawat militer Amerika Serikat (AS) saat berangkat dari bandara internasional Hamid Karzai. Ia jatuh dan tewas pada Senin (16/8).
- Bertilia Puteri
- Jumat, 20 Agustus 2021 - 17:13 WIB
WowKeren - Taliban yang berhasil menguasai Afghanistan sejak Minggu (15/8) lalu membuat banyak warga hendak meninggalkan negara tersebut. Warga berbondong-bondong datang ke bandara dengan harapan dapat keluar dari Afghanistan via udara.
Video ratusan orang berlari mengejar pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) yang akan lepas landas beredar di media sosial, beberapa orang bahkan tampak memegangi samping pesawat. Seorang remaja yang bermain untuk tim sepak bola nasional Afghanistan, Zaki Anwari, menjadi salah satu korban dalam kekacauan yang terjadi di bandara tersebut.
Video mengerikan yang diunggah di media sosial menunjukkan dua orang jatuh hingga tewas dari pesawat C-17 setelah lepas landas. Kantor berita Afghanistan Ariana melaporkan Anwari yang baru berusia 19 tahun tewas usai jatuh dari Boeing C-17 USAF pada Senin (16/8) lalu.
Anwari diyakini berusaha berpegangan pada bagian luar pesawat militer Amerika saat berangkat dari bandara internasional Hamid Karzai. Kantor Investigasi Khusus (OSI) Angkatan Udara AS mengatakan sedang meninjau semua informasi yang tersedia mengenai pesawat C-17, serta hilangnya nyawa warga sipil. Adapun sebuah pesawat C-17 Globemaster dilaporkan meninggalkan Kota Kabul dengan membawa sekitar 640 orang, lebih dari lima kali muatan yang disarankan.
"Selain video online dan laporan pers tentang orang- orang yang jatuh dari pesawat saat keberangkatan, sisa-sisa manusia ditemukan di sumur roda C-17 setelah mendarat di pangkalan udara al-Udeid, Qatar," demikian pernyataan OSI.
Kekacauan di bandara Kabul diyakini telah menelan setidaknya lima orang korban jiwa. Pasukan AS sempat melepaskan tembakan ke udara untuk mencegah orang-orang menaiki pesawat yang akan digunakan untuk mengevakuasi pejabat.
Hingga Kamis (18/8), bandara Kabul dilaporkan masih dalam keadaan kacau. Puluhan orang yang telah memenuhi syarat untuk dievakuasi tidak dapat mencapai pesawat penyelamat mereka.
Beberapa orang disebut berusaha menyerahkan bayi mereka kepada tentara AS dengan harapan mereka dapat keluar dari Afghanistan. Sedangkan Taliban sendiri mempertahankan kehadiran mereka yang kuat di bandara.
(wk/Bert)