Australia Percepat Vaksinasi, Qantas Siap Buka Penerbangan Internasional Saat Natal
pixabay.com/Nel_Botha-NZ
Dunia
Pandemi Virus Corona

Negara dengan tingkat vaksinasi tinggi dan risiko COVID-19 rendah seperti Inggris, Amerika Utara, dan sebagian Asia akan menjadi prioritas pertama Qantas.

WowKeren - Maskapai penerbangan nasional Australia Qantas berharap untuk melanjutkan perjalanan internasional pada Natal tahun ini. Maskapai nasional itu mengatakan rencana penerbangan luar negerinya terkait dengan pembukaan kembali perbatasan internasional.

Yang mana, rencana ini sejalan dengan peluncuran vaksin Australia, yang diproyeksikan mencapai 80 persen pada Desember mendatang. Langkah ini harus diambil Qantas lantaran maskapai itu terus mengalami kerugian imbas penutupan selama pandemi COVID-19.

Pengumuman tersebut disampaikan pada Kamis (26/8) sembari melaporkan kerugian signifikan hingga 2,3 miliar dolar sebelum pajak. Penutupan perbatasan dan pembatasan perjalanan terus mendatangkan malapetaka pada industri penerbangan.

Rencana tersebut juga menguraikan daerah mana saja yang akan menjadi destinasi penerbangan Qantas sebagai pembuka. Negara dengan tingkat vaksinasi tinggi dan risiko COVID-19 rendah, seperti Inggris, Amerika Utara, dan sebagian Asia, akan menjadi prioritas pertama Qantas untuk perjalanan internasional, dengan proyeksi saat ini untuk pertengahan Desember 2021 "dalam jangkauan".


Sedangkan untuk penerbangan ke tujuan berisiko dengan tingkat vaksinasi yang rendah akan ditunda setidaknya hingga April 2022. Adapun yang dimaksud di antaranya adalah Bali, Phuket, Bangkok, Manila, Kota Ho Chi Minh, dan Johannesburg.

Kepala eksekutif Qantas Alan Joyce mengakui jika saat ini memang masih ada wilayah yang melakukan lockdown. Namun di lain sisi, upaya vaksinasi juga digenjot oleh pemerintah.

"Prospek terbang ke luar negeri mungkin terasa jauh, terutama dengan New South Wales dan Victoria terkunci," paparnya. "Tetapi kecepatan peluncuran vaksin saat ini berarti kita akan memiliki lebih banyak kebebasan dalam waktu beberapa bulan."

Ia mengatakan jika pihaknya akan mengikuti kebijakan pemerintah terkait kapan perbatasan akan dibuka kembali. Yang jelas, Qantas perlu menyiapkan rencana kompleks untuk itu.

"Kami dapat menyesuaikan rencana kami jika keadaan berubah, yang telah kami lakukan beberapa kali selama pandemi ini," kata Joyce. "Beberapa orang mungkin mengatakan kami terlalu optimis, tetapi berdasarkan kecepatan peluncuran vaksin, ini berada dalam jangkauan dan kami ingin memastikan kami siap."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts