Kondisi dan situasi di Afghanistan saat ini semakin parah dan tidak terkendalikan membuat negara-negara mengevakuasi warganya. Terbaru, terjadi ledakan di sekitar dan tidak jauh dari Bandara Kabul.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 27 Agustus 2021 - 17:33 WIB
WowKeren - Keadaan di Afghanistan pasca dikuasai oleh Taliban semakin memburuk. Masing-masing negara menyelamatkan warganya yang berada di Afghanistan, termasuk Jepang.
Jepang diketahui akan terus berupaya dalam mengevakuasi warga dan staf lokal di kedutaan dan entitas lainnya dari Afghanistan. Dalam mengevakuasi, Jepang juga bekerja sama dengan negara lainnya.
Juru Bicara (Jubir) pemerintah mengatakan usai ledakan yang terjadi di dekat bandara di Kabul pada Jumat (27/8), menyebabkan lebih dari 70 orang tewas dan ada sekitar 140 orang lainnya mengalami luka-luka. Pihaknya khawatir ada warga atau stafnya yang turut menjadi korban.
Akan tetapi, Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato mengatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan kematian atau korban luka dari warga atau staf Jepang. Adapun ledakan tersebut diduga sebagai bom bunuh diri di luar Bandara Kabul.
"Situasinya berubah-ubah dan tidak dapat diprediksi, tetapi kami ingin terus melakukan upaya untuk mewujudkan evakuasi yang aman dari orang-orang yang bersangkutan sambil bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain yang terlibat dan memperhatikan keselamatan personel negara kami yang dikirim ke Bandara Kabul," terang Katsunobu dalam konferensi pers reguler. "Jepang mengutuk keras terorisme dalam bentuk apa pun atau untuk tujuan apa pun."
Di saat perebutan kekuasaan Taliban yang terjadi baru-baru ini, di Afghanistan, dilanda perang itu, Jepang telah mengirimkan tiga pesawat angkut Pasukan Bela Diri ke Islamabad di negara tetangga Pakistan. Seperti yang diketahui, lokasi tersebut digunakan sebagai pangkalan operasional evakuasi dari Kabul.
Selain itu, Katsunobu menyebut telah mengirimkan sekitar 10 personel dari Kementerian Pertahanan dan luar negeri ke Kabul untuk berkoordinasi dengan pasukan AS mengenai misi evakuasi. Saat ini, sebuah pesawat SDF telah mendarat beberapa kali di Kabul, tetapi sejauh ini belum bisa menjemput staf Jepang atau lokal.
Menurut sumber diplomatik, sekitar 500 orang akan dievakuasi dari Afghanistan, termasuk staf lokal Badan Kerjasama Internasional Jepang. Terlepas dari ledakan, Menteri Pertahanan Nobuo Kishi menyarankan SDF masih dapat mengangkut orang, dengan mengatakan pasukan AS telah mengamankan keamanan bandara itu sendiri.
(wk/tiar)