Bakal Kembali Dibuka, Menparekraf Sandiaga Uno Minta Pelaku Pariwisata Bersiap
pedulicovid19.kemenparekraf.go.id
Nasional
Efek Corona untuk Pariwisata

Kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia belakangan ini telah menunjukkan perkembangan yang baik. Dengan begini, sektor pariwisata bisa segera kembali dibuka untuk turis.

WowKeren - Angka COVID-19 di Indonesia belakangan ini diketahui telah mengalami penurunan. Bahkan sejumlah daerah di Indonesia, juga telah turun level Pemberlakuan Pembatasan Kegaiatan Masyarakat (PPKM).

Selain itu, PPKM Level juga diprediksi akan melandai pada bulan September mendatang. Bersamaan dengan hal ini, sektor pariwisata secara bertahap juga akan dibuka.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno meminta para pelaku pariwisata untuk bersiap. Salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Masyarakat pun diminta untuk tidak abai prokes dan mempertentangkannya dengan pariwisata.

Lebih lanjut, Sandiaga memaparkan bahwa meski di masa pelonggaran PPKM sektor pariwisata kembali dibuka, namun penerapan prokes tetap harus menjadi satu tujuan utama bersama. Ia berharap semua masyarakat bisa saling menaati dan menerapkan prokes dengan ketat dan disiplin.

"Tidak usah dipertentangkan lagi, karena kita hanya bisa membuka pariwisata maupun berkegiatan kalau semua sudah patuh pada protokol kesehatan," terang Sandiaga dalam keterangan resmi, Sabtu (28/8).


Sandiaga lantas menegaskan bahwa penerapan prokes merupakan syarat mutlak dan utama sebelum pariwisata dibuka kembali. Menurutnya, pariwisata hanya bisa dibuka kembali ketika semua protokol kesehatan sudah dipatuhi.

Di sisi lain, kata Sandiaga, dunia pariwisata sendiri sudah memiliki standar prokes tersendiri, yakni CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability). Saat ini, CHSE telah menjadi road map dalam rangka menuju kenormalan baru, hidup berdampingan dengan virus COVID-19.

"Dalam pariwisata, protokol kesehatannya adalah CHSE atau kebersihan, kesehatan, keamanan, dan keberlanjutan," tandas Sandiaga.

Sebelumnya, pengamat pariwisata juga menyebutkan bahwa sertifikasi CHSE bisa meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tengah pandemi COVID-19. Hal ini lantaran berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan para wisatawan.

Selain itu, Chusmeru selaku Pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, menyebut bahwa sertifikasi CHSE menggambarkan kesiapan tuan rumah dalam membuka kembali pariwisata. Maka dari itu, seluruh pelaku pariwisata diminta untuk mengurus sertifikasi CHSE, apalagi gratis.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts