Eks Marinir Inggris Angkut Ratusan Kucing dan Anjing Keluar Dari Afghanistan Tuai Pro-Kontra
Twitter/DefenceHQ
Dunia

Pria bernama Paul 'Pen' Farthing tersebut mendarat di Bandara Heathrow London pada Minggu (29/8) bersama ratusan hewan menggunakan pesawat sewaan yang didanai oleh swasta.

WowKeren - Seorang mantan anggota Marinir Kerajaan Inggris (UK Royal Marine) berhasil meninggalkan Afghanistan bersama hampir 200 anjing dan kucing hasil penyelamatan. Namun, staf lokal Afghanistan-nya tampak tak ikut dalam penerbangan tersebut dan tertinggal di kabul.

Pria bernama Paul "Pen" Farthing tersebut mendarat di Bandara Heathrow London pada Minggu (29/8) bersama ratusan hewan menggunakan pesawat sewaan yang didanai oleh swasta. Hal ini lantas menimbulkan pertanyaan sulit tentang nilai relatif yang ditempatkan pada kehidupan manusia dan hewan.

Sebagai informasi, Farthing mendirikan badan amal Nowzad untuk menyelamatkan anjing dan kucing di Afghanistan. Usai Taliban menguasai Afghanistan dan pasukan asing mulai ditarik ke negara masing-masing, Farthing memenuhi syarat untuk dievakuasi dalam pengangkutan udara militer Inggris bersama dengan anggota staf Afghanistan dan tanggungan mereka. Hanya saja, Farthing menolak pergi dari Afghanistan tanpa hewan-hewan tersebut.

Selama berhari-hari, Farthing menggunakan media sosial dan wawancara pers untuk mencatat upayanya pergi dengan hewan-hewan tersebut di tengah eksodus yang kacau balau dari bandara Kabul. Para pendukung Farthing pun akhirnya melobi pemerintah Inggris untuk membantu upaya penyelamatan hewan yang dijuluki Operasi Bahtera.


Farthing mendapat dukungan dari sejumlah selebriti termasuk komedian Ricky Gervais. Ia juga mendapat banyak tawaran untuk mengadopsi hewan yang telah diselamatkan.

Meski demikian, aksi Farthing juga menuai kritik dari sejumlah pihak. Beberapa orang menilai operasi tersebut menghabiskan waktu dan energi dari tugas menyelamatkan warga Afghanistan.

Inggris sendiri mengaku telah mengevakuasi lebih daro 15 ribu warga Inggris dan warga Afghanistan yang rentan dalam penerbangan selama dua minggu yang berakhir Sabtu (28/8) lalu. Namun para pejabat mengatakan sebanyak 1.100 warga Afghanistan yang berhak datang ke Inggris telah ditinggalkan. Beberapa anggota parlemen Inggris percaya bahwa jumlah sebenarnya lebih tinggi.

"Apa yang akan Anda katakan jika saya mengirim ambulans untuk menyelamatkan anjing saya daripada menyelamatkan ibumu?" ujar anggota parlemen Konservatif Tom Tugendhat, yang bertugas dengan Angkatan Darat Inggris di Afghanistan. "Kita baru saja menggunakan banyak pasukan untuk membawa 200 anjing. Sementara keluarga penerjemah saya kemungkinan besar akan dibunuh."

Farthing dan pendukungnya menyatakan bahwa Operasi Bahtera ini tidak mengambil kursi pesawat dari orang atau menguras sumber daya dari operasi evakuasi resmi. Namun pejabat Inggris semakin vokal dalam menyuarakan rasa frustasi mereka.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait