Sebelumnya, Taliban telah berhasil mendorong keluar pasukan militer Amerika Serikat (AS) dari Bandara Kabul di Afghanistan. Hal ini menjadi tanda berakhirnya perang dan Taliban pun merayakan kemenangannya.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 31 Agustus 2021 - 17:09 WIB
WowKeren - Pada Senin (30/8), Amerika Serikat (AS) telah menyelesaikan evakuasi atau penarikan militer dari Afghanistan. Hal ini menandakan bahwa perang yang terjadi selama hampir 20 tahun telah berakhir.
Para militer Taliban menyaksikan pesawat terakhir yang memboyong pasukan militer AS terbang di langit pada Senin tengah malam. Kemudian para militer Taliban menembakkan senjata ke langit sebagai tanda perayaan kemenangan.
Masih dalam rangka "merayakan kemenangan", Taliban bertemu dengan Qatar dan Turki untuk membahas tentang pengelolaan Bandara Kabul karena tidak memiliki layanan kontrol lalu lintas udara. Hal ini dikarenakan militer AS telah meninggalkan Afghanistan.
Adapun tujuan dari pembicaraan mengenai pengelolaan Bandara Kabul di Afghanistan adalah untuk mengamankannya sesegera mungkin sehingga orang yang ingin meninggalkan daerah tersebut dapat melakukannya menggunakan pesawat komersil. Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian pada Selasa (31/8).
"Resolusi Dewan Keamanan tentang pengamanan Bandara harus dilaksanakan, ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Qatar dan Turki tentang pengelolaan bandara," terang Le Drian kepada televisi France 2. "Kita harus menuntut agar akses ke bandara aman."
Di sisi lain, Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) pada Senin (30/8), mengatakan bahwa dengan adanya penarikan militer dari Bandara Kabul, pesawat sipil AS dilarang beroperasi di Afghanistan, kecuali telah memiliki izin sebelumnya. Hal ini disampaikan FAA dalam sebuah keterangan.
"Karena kurangnya layanan lalu lintas udara dan otoritas penerbangan sipil yang berfungsi di Afghanistan, serta masalah keamanan yang sedang berlangsung, operator sipil AS, pilot, dan pesawat sipil terdaftar AS dilarang beroperasi di ketinggian mana pun di sebagian besar Afghanistan," terang FAA.
Sejak awal bulan Agustus, militer AS mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil tanggung jawab kontrol lalu lintas udara di Kabul untuk memfasilitasi puluhan ribu orang dari Afghanistan. "Dapat terus menggunakan satu rute jet ketinggian di dekat perbatasan timur jauh untuk penerbangan," imbuh FAA.
"Setiap operator pesawat sipil AS yang ingin terbang ke atau keluar atau di atas Afghanistan harus mendapat izin terlebih dahulu dari FAA," tandas FAA.
(wk/tiar)