Nakes Di Filipina Keluhkan Jumlah Pasien COVID-19 Yang Tinggi, Tuntut Upah Dan Tunjangan
EPA/EFE
Dunia

Jumlah pasien COVID-19 yang tinggi di rumah sakit menyebabkan para nakes kewalahan dan kelelahan dalam merawat mereka. Akhirnya para nakes memutuskan untuk melayangkan protes kepada pemerintah.

WowKeren - Pandemi COVID-19 hingga saat ini masih menyerang Filipina, angka kasusnya pun terbilang tinggi. Hal ini menyebabkan jumlah pasien COVID-19 di rumah sakit menjadi sangat tinggi.

Para tenaga kesehatan (nakes) di Filipina pun mengeluhkan jumlah pasien COVID-19 yang tinggi, sehingga melakukan protes kepada pemerintah. Dalam protes yang dilakukan di wilayah ibu kota Filipina itu, mereka menuntut upah dan tunjangan yang belum dibayarkan selama pandemi berlangsung.

Para nakes yang melakukan unjuk rasa itu pun melakukan aksi dengan mengenakan pakaian dan peralatan medis perlindungan, kemudian berkumpul di sekitar Departemen Kesehatan (DOH) pada Rabu (1/9). Pada aksi demo itu, para nakes membawa plakat bertuliskan tuntutan terkait pembayaran upah dan tunjangan mereka.

Selain itu, para nakes juga meminta Francisco Duque selaku Sekretaris Kesehatan untuk mundur karena dinilai tidak bisa menangani pandemi COVID-19 dengan baik. Staf medis diketahui kewalahan dalam menangani pasien COVID-19 selama pandemi berlangsung. Akibatnya, sekitar 103 orang nakes meninggal akibat terpapar COVID-19.


"Sangat menyedihkan bahwa banyak dari kita telah meninggal, banyak dari kita menjadi sakit, dan banyak yang mengundurkan diri atau memilih untuk pensiun dini," terang Robert Mendoza selaku Presiden Alliance of Tenaga Kesehatan. "Namun kita masih berlutut di hadapan DOH untuk memberi tunjangan kita."

Di sisi lain, Presiden Filipina Rodrigo Duterte memberi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan anggaran 10 hari dari 21 Agustus lalu untuk dibayarkan ke pekerja kesehatan, menyusul ancaman perawat mengundurkan diri dan serikat pekerja melakukan aksi mogok kerja. Hal ini disampaikan oleh salah seorang perawat yakni Nico Oba.

"Pemerintah berjanji akan memberikan manfaat hari ini tetapi sampai sekarang belum," ungkap Nico Oba. "Saya kasihan pada kami karena kami yang memohon."

Sementara itu, Asosiasi Perawat Filipina juga melakukan aksi demonstrasi, tetapi secara virtual. Adapun tuntutan dari mereka adalah terkait dengan kondisi kerja yang lebih baik dan meminta lebih banyak staf rumah sakit.

Mereka menuturkan bahwa banyak fasilitas kesehatan yang kewalahan akibat menyebar luasnya varian Delta. Seperti yang diketahui, varian Delta ini lebih cepat menyebar dan menular dibanding varian lokal.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait