Kasus pertama melibatkan seorang wanita berusia 40-an. Wanita itu tiba di Bandara Narita dari Uni Emirat Arab pada 26 Juni. Sedangkan kasus kedua melibatkan wanita berusia 50-an.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 02 September 2021 - 17:24 WIB
WowKeren - Varian virus corona baru, Mu, telah sampai ke Jepang. Pada Rabu (1/9), negara itu mengonfirmasi kasus pertama varian tersebut, sebagaimana disampaikan oleh Kementerian Kesehatan.
Varian Mu pertama kali terdeteksi di Kolombia pada bulan Januari lalu. Di Jepang, varian ini dideteksi pada dua orang pelancong, yang mana keduanya merupakan wanita dari luar negeri.
Kasus pertama melibatkan seorang wanita berusia 40-an. Wanita itu tiba di Bandara Narita dari Uni Emirat Arab pada 26 Juni. Sedangkan kasus kedua melibatkan seorang wanita berusia 50-an. Wanita tersebut berasal dari Inggris dan mendarat di Bandara Haneda Tokyo pada 5 Juli.
Kementerian mengatakan telah memeriksa hasil analisis genom oleh National Institute of Infectious Diseases pada sampel yang diambil dari pasien COVID-19 dan mendeteksi kasus varian Mu. Kedua wanita tersebut tidak menunjukkan gejala apa pun.
Pada 31 Agustus lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan bahwa varian Mu sebagai varian yang menarik. Varian ini memiliki sifat mutasi yang berisiko mampu mengurangi efektivitas vaksin COVID-19.
Kendati demikian, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut menekankan bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk lebih memahaminya. Semua virus bermutasi dari waktu ke waktu, tak terkecuali SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19.
Sementara itu, Tokyo masih belum bisa memenuhi targetnya untuk menyediakan 7.000 unit tempat tidur bagi pasien COVID-19, sebagaimana disebutkan oleh pemerintah pada Kamis (2/9). Kondisi ini terjadi lantaran sistem medis masih mengalami ketegangan karena lonjakan kasus virus corona di tengah penyebaran varian Delta yang sangat menular.
Tokyo sendiri baru saja menambah 150 tempat tidur sejak meminta rumah sakit di ibu kota untuk mengamankan tempat tidur dan menerima pasien COVID-19 sebanyak mungkin pada akhir Agustus, sehingga total kapasitas menjadi 6.117 tempat tidur. Itu adalah pertama kalinya pemerintah metropolitan membuat permintaan seperti itu bersama dengan kementerian kesehatan ketika peningkatan infeksi yang mengkhawatirkan melampaui sistem perawatan kesehatan di ibu kota.
(wk/zodi)