Saat rudal ini ditembakkan dari sekitar perbatasan maka dapat mencapai semua wilayah Korea Utara. Rudal balistik dirancang untuk menghancurkan fasilitas rudal bawah tanah.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 03 September 2021 - 16:01 WIB
WowKeren - Korea Selatan dilaporkan tengah mengembangkan rudal balistik yang memiliki kekuatan hulu ledak nuklir taktis. Pengembangan ini dilaporkan oleh kantor berita Yonhap sedang dalam tahap akhir.
Langkah ini muncul ketika negara itu meluncurkan proposal anggaran yang bertujuan untuk memperkuat pertahanannya melawan Korea Utara. Laporan menyebutkan bahwa rudal tersebut mampu membawa hulu ledak hingga tiga ton dengan jangkauan penerbangan 350 hingga 400 km (217 hingga 248 mil).
Laporan juga menyebutkan bahwa ketika rudal ini ditembakkan dari sekitar perbatasan maka dapat mencapai semua wilayah Korea Utara. Rudal balistik dirancang untuk menghancurkan fasilitas dan pangkalan rudal bawah tanah. Rudal akan bekerja dengan menembus terowongan bawah tanah untuk secara efektif meniadakan rudal balistik nuklir dan antarbenua (ICBM) sebelum diluncurkan.
"Kami akan mengembangkan rudal yang lebih kuat," kata pemerintah Korea Selatan. "Lebih bisa menembak jarak jauh dan lebih tepat sasaran sebagai langkah pencegahan terkait keamanan dan perdamaian di Semenanjung Korea."
Dalam blue print pertahanannya untuk 2022 hingga 2026, kementerian pertahanan memiliki beberapa agenda. Mereka akan mengembangkan rudal baru "dengan kekuatan destruktif yang ditingkatkan secara signifikan", meningkatkan sistem pertahanan rudal hingga memasang penghalang baru terhadap artileri jarak jauh.
Proyek pengembangan rudal ini berlanjut setelah pencabutan penuh pembatasan yang diberlakukan AS. Rudal ini menjadi yang terbaru dalam perlombaan rudal konvensional dengan Korea Utara.
Sementara itu, Korea Utara dilaporkan tampak memulai mengoperasikan reaktor nuklir Yongbyon, sebagaimana dilaporkan Badan Energi Atom Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (IAEA). Laporan itu muncul usai Korea Utara telah berulang kali mengecam latihan militer gabungan AS-Korea Selatan yang diadakan baru-baru ini.
Melansir Al Jazeera, sebelum dekade ini berakhir, Asia akan dipenuhi dengan rudal konvensional. Tak hanya mampu terbang lebih jauh namun juga lebih cepat, memiliki kekuatan menghantam yang lebih keras, serta lebih canggih. Para analis, diplomat, dan pejabat militer mengatakan ini merupakan bentuk perubahan yang mencolok dan berbahaya selama beberapa tahun terakhir.
(wk/zodi)