Yoshihide Suga Mengundurkan Diri, Berikut Nama-Nama Yang Berpotensi Jadi PM Baru Jepang
Xinhua
Dunia

Pada Jumat (3/9) hari ini, PM Jepang Yoshihide Suga mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Adapun Suga mengundurkan diri di tengah isu kegagalannya dalam menangani pandemi.

WowKeren - Perdana Menteri (PM) Jepang telah menyampaikan niatnya untuk mengundurkan diri dari jabatannya itu. Adapun terkait niat pengunduran dirinya ini disampaikan pada Jumat (3/9) waktu setempat.

Dengan Suga mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri sebagai PM Jepang. Muncul nama-nama yang berpotensi menjadi kandidat sebagai PM Jepang baru.

Nama-nama kandidat PM Jepang baru itu adalah Fumio Kishida (64). Kishida diketahui merupakan mantan Menteri Luar Negeri Jepang. Ia dianggap sebagai pewaris Shinzo Abe yang telah mengundurkan diri pada September lalu.

Saat mengumumkan pencalonannya, Kishida menyerukan pengurangan kesenjangan pendapatan dan menjanjikan dukungan kepada mereka yang mengalami rentan ekonomi. Adapun yang dimaksud adalah seperti pekerja harian. Hal ini sangat bertolak belakang dengan program Suga yang meminta kemandirian dari masyarakat.

Kemudian ada Sanae Takaichi (60), yang merupakan seorang murid Abe dan mantan Menteri Urusan Dalam Negeri. Takaichi sendiri telah menyampaikan keinginannya untuk menjadi PM Jepang perempuan pertama.


Kemudian, Takaichi juga mengatakan akan memperkenalkan kebijakan untuk menangkis ancaman teknologi Tiongkok dan membantu memperkuat perekonomian Jepang. Ia pun menegaskan ingin memperbaiki dan menyelesaikan masalah di pemerintahan sebelumnya yang belum tuntas.

Nama kandidat berikutnya adalah Taro Kono (58) yang merupakan penanggungjawab atas pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Jepang. Kono diketahui menempati posisi tertinggi di dalam daftar pemilih anggota parlemen. Mereka ingin melihat kesuksesan dan keberhasilan Kono.

Nama kandidat terakhir adalah Shigeru Ishiba (64) merupakan seorang mantan Menteri Pertahanan Jepang. Ishiba sendiri diketahui secara konsisten menempati peringkat tertinggi dalam survei pemilihan. Tetapi, namanya kurang populer di kalangan anggota parlemen partai.

Seorang pakar keamanan menuturkan bahwa Ishiba juga memegang portofolio yang baik yakni di bidang pertanian dan bisa kembali menghidupkan perekonomian lokal. Sebelumnya, ia sempat mengalahkan Abe di putaran pertama jejak pendapat partai pada 2012 silam. Namun mengalami kekalahan di putaran kedua.

Ishiba juga pernah mengkritik suku bunga ultra-rendah Bank of Japan lantaran dinilai merugikan bank-bank regional. Kemudian ia menyerukan pengeluaran pekerjaan umum yang lebih tinggi untuk memperbaiki ketidaksetaraan yang terus meningkat.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait