Pelaku Serangan Penusukan di Supermarket Selandia Baru Ditembak Mati Hanya Dalam Waktu 60 Detik
Dunia

PM Selandia Baru Jacinda Ardern mengungkapkan pelaku adalah seorang pria Sri Lanka yang telah dianggap sebagai 'ancaman' dan berada di bawah pengawasan polisi.

WowKeren - Seorang pria yang diduga terinspirasi ISIS dan menyerang orang-orang di sebuah supermarket di Selandia Baru ditembak mati hanya dalam waktu 60 detik pasca serangan dimulai. Pelaku dilaporkan sempat menusuk enam orang dengan pisau yang ia ambil dari supermarket tersebut.

Menurut media Sydney Morning Herald, seorang saksi bernama Tim mengaku melihat seorang pria tua terkapar di lantai dengan luka tusukan di perut. Seorang wanita paruh baya juga disebut tertusuk di bagian bahu.

Saksi lain bernama Michelle Miller mengungkapkan bahwa pelaku "berlarian seperti orang gila" dan menyerang orang-orang di sekitarnya. Sedangkan seorang saksi lain mengatakan kepada NZ Herald bahwa pelaku "memiliki pisau besar dan dia hanya mengatakan 'Allahu, Allahu' dan dia telah menikam dua orang."

Menurut Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, tiga orang korban di antaranya mengalami luka serius. Dalam konferensi persnya, Ardern mengungkapkan pelaku adalah seorang pria Sri Lanka yang telah dianggap sebagai "ancaman" dan berada di bawah pengawasan polisi.



Namun Ardern menegaskan bahwa serangan tersebut dilakukkan oleh individu. "Bukan suatu keyakinan, bukan suatu budaya, bukan suatu suku bangsa, melainkan seorang individu yang dicengkeram oleh suatu ideologi yang tidak didukung di sini oleh siapapun," tegasnya.

Pria itu disebut tiba di Selandia Baru pada tahun 2011 dan menjadi "perhatian keamanan nasional" sejak tahun 2016. Menurut laporan dari New Zealand Herald, pria itu adalah simpatisan ISIS yang sebelumnya ditangkap karena merencanakan serangan pisau seorang diri.

Pelaku yang disebut "S" itu sebelumnya sudah sempat ditangkap karena dilaporkan membeli pisau berburu besar dan memiliki video ISIS. Pada 26 Mei, S dinyatakan bersalah atas kepemilikan materi propaganda yang mendukung ISIS. S disebut memiliki "sarana dan motivasi untuk melakukan kekerasan di masyarakat".

Sementara itu, Komisaris Polisi Selandia Baru Andrew Coster telah mengkonfirmasi bahwa S diawasi dengan ketat karena vonis sebelumnya. Coster mengungkapkan bahwa petugas bergerak dan menyerang S, dan pria tersebut "ditembak dan terbunuh" kala mendekati petugas dengan pisau.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts