Taliban Klaim Rebut 'Benteng Terakhir' di Panjshir, Google Sigap Kunci Data Pemerintah Afghanistan
AFP
Dunia

Lembah Panjshir merupakan titik terakhir tempat berkumpulnya kelompok anti Taliban yang dipimpin Ahmad Massoud dan eks Wakil Presiden Afghanistan, Amrullah Saleh.

WowKeren - Lembah Panjshir di bagian timur laut Kabul menjadi benteng terakhir kelompok Afghanistan penolak Taliban. Dan dalam pernyataan terbarunya, Taliban mengklaim bahwa mereka sudah berhasil mengambil alih Lembah Panjshir pada Sabtu (4/9) waktu setempat.

"Dengan kuasa Tuhan Yang Maha Esa, kami sudah berhasil mengendalikan seluruh Afghanistan. Para pembuat masalah sudah dikalahkan dan Panjshir sekarang dalam komando kami," ujar komandan Taliban kepada Reuters.

Namun klaim ini segera dibantah mantan Wakil Presiden Afghanistan, Amrullah Saleh, yang merupakan salah satu ujung tombak perlawanan terhadap Taliban. Saleh bersama Ahmad Massoud, tokoh kunci melawan Taliban era ini, diketahui memang menghimpun pasukan di Lembah Panjshir.

"Memang kami dalam situasi yang sulit. Kami sedang diinvasi Taliban," kata Saleh lewat video singkat yang diunggah BBC World. "Tapi kami masih bertahan."

Hal senada juga disampaikan Massoud. "Berita pendudukan Panjshir berkembang di media Pakistan dan itu sama sekali tidak benar," tegas Massoud.


Taliban memang masih harus berjuang menaklukkan Panjshir apabila hendak benar-benar menguasai Afghanistan. Namun dalam pernyataannya beberapa waktu lalu, baik Taliban maupun pasukan Massoud di Panjshir berharap masalah mereka bisa diakhiri dengan negosiasi, meski kedua belah pihak tak menampik sudah siap untuk berperang.

Meski kemenangan atas Panjshir masih belum pasti, Taliban tetap memulai upaya untuk memulihkan pemerintahan negaranya. Termasuk dengan berusaha mengakses akun email pemerintahan Afghanistan sebelumnya.

Karena itulah, Google dilaporkan sudah menutup sementara akses akun email milik sejumlah pemerintah Afghanistan. Google sendiri khawatir Taliban bisa mengakses data-data pemerintah Afghanistan sebelumnya, termasuk diskusi dengan pihak-pihak internasional yang berseberangan dengan Taliban.

Google pun khawatir data tersebut akan dieksploitasi Taliban untuk memburu musuh mereka. "(Google) mengawasi situasi di Afghanistan dan mengambil langkah sementara untuk mengamankan akun-akun terkait," papar Google kepada Reuters.

Sebelumnya kekhawatiran akan penyalahgunaan data biometrik ini muncul dari seorang mantan pemerintah Afghanistan yang disampaikan kepada Reuters. Meski tak menerangkan detail di bagian mana ia bekerja, namun ia hanya meminta Google untuk mengamankan data di server kementerian tempat ia bekerja dahulu.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait