Hingga kini, sejumlah regulator telah mencabut pembatasan operasi pesawat 737 MAX termasuk Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa dan Otoritas Penerbangan Sipil Selandia Baru.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 07 September 2021 - 11:29 WIB
WowKeren - Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) telah mengumumkan akan memberi lampu hijau bagi Boeing 737 MAX untuk kembali mengudara. Diketahui, pesawat ini telah dilarang terbang selama 2 tahun sejak Maret 2019 lalu, setelah terkait dalam kecelakaan fatal yang melibatkan maskapai Indonesia dan Ethiopia.
Menurut CAAS, mereka telah menyelesaikan penilaian teknis, yang mencakup evaluasi perubahan desain pada pesawat yang dibuat oleh Boeing, dan disetujui oleh Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) dan otoritas lainnya. CAAS juga telah meninjau data operasional penerbangan pesawat yang telah kembali beroperasi selama sembilan bulan terakhir. Hasil pengamatan yang mereka lakukan menunjukkan "tidak ada masalah keamanan yang mencolok".
Bagi operator udara Singapura yang ingin mengoperasikan pesawat 737 MAX harus mematuhi dan menerapkan semua tindakan yang diperlukan yang tercantum dalam Petunjuk Kelaikan Udara (AD) FAA 2020-24-02 dan Petunjuk CAAS 13/2021. Tak terkecuali bagi Singapore Airlines.
Salah satunya termasuk menetapkan program pelatihan awak pesawat yang disetujui oleh CAAS. Pelatihan ini terdiri dari elemen pelatihan darat dan penerbangan yang ditentukan dalam pelatihan khusus FAA untuk awak pesawat 737 MAX.
Operator juga harus menggelar pelatihan simulator tambahan untuk memastikan bahwa pilot cukup terlatih dalam manajemen beban kerja saat menangani keadaan darurat pesawat. Singapore Airlines, secara khusus, juga harus meyakinkan CAAS bahwa mereka telah mematuhi dan menerapkan semua tindakan yang diperlukan sebelum pesawat 737 MAX-nya dapat kembali beroperasi.
Hingga saat ini, sejumlah regulator telah mencabut pembatasan operasi pesawat 737 MAX. Beberapa dari mereka adalah FAA, Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa, Penerbangan Sipil Transportasi Kanada, Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil Australia dan Otoritas Penerbangan Sipil Selandia Baru.
Baru-baru ini, Ethiopian Airlines telah mencapai kesepakatan dengan Boeing terkait kecelakaan itu, dan berharap untuk menerbangkan pesawat itu lagi pada tahun 2022. Malaysia dan India juga telah mencabut pembatasan pada pesawat 737 MAX, menurut Bloomberg.
(wk/zodi)