India Konfirmasi Virus Nipah yang Sangat Mematikan Usai Lama 'Absen'
pixabay.com/nonmisvegliate
Dunia

Seorang bocah lelaki berusia 12 tahun meninggal di distrik Kozhikode Kerala karena virus saat negara bagian itu berjuang menangani COVID-19. Sebanyak 188 kontak telah dikarantina.

WowKeren - Belum selesai dengan pandemi COVID-19, India harus dihadapkan pada virus lain lagi, nipah. Negara ini baru saja kembali mengonfirmasi virus nipah di Kerala untuk ketiga kalinya dalam empat tahun terakhir.

Seorang bocah lelaki berusia 12 tahun meninggal di distrik Kozhikode Kerala karena virus saat negara bagian itu berjuang untuk menangani COVID-19. Sebanyak 188 kontak telah dikarantina, banyak dari mereka adalah petugas kesehatan di berbagai rumah sakit Kozhikode.

Sebelumnya, bocah itu dirawat di rumah sakit seminggu yang lalu dengan demam tinggi. Karena kondisinya memburuk, sampel darah dikirim ke Institut Nasional Virologi yang mengonfirmasi infeksi tersebut.

Para pejabat mengatakan jika sumber infeksi masih harus dipastikan lebih lanjut. Virus ini disebut berpindah dari kelelawar ke manusia dan hewan lain seperti anjing dan kuda.


Sebelumnya pada 2018 lalu, virus ini juga sempat mewabah. Virus nipah telah merenggut 17 nyawa kala itu. Ditemukan bahwa seorang pria berusia 27 tahun tertular infeksi dari kelelawar buah. Lalu berikutnya pada tahun 2019 kembali dilaporkan kasus ini. Beruntung, tak ada korban jiwa kala itu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan infeksi virus nipah adalah penyakit zoonosis yang menyebabkan penyakit parah pada hewan dan manusia. Inang alami virus ini adalah kelelawar buah dari famili Pteropodidae, genus Pteropus. Pada umumnya, infeksi pada manusia muncul sebagai sindrom ensefalitis yang ditandai dengan demam, sakit kepala, kantuk, disorientasi, kebingungan mental, dan koma, yang berpotensi menyebabkan kematian.

Selain mendirikan ruang kontrol nipah di Kozhikode, departemen kesehatan juga telah memberi peringatan di distrik. Pejabat mengatakan satu bangsal di fakultas kedokteran itu telah diubah menjadi bangsal nipah. Pasien yang positif nipah akan dirawat di lantai yang sama, sedangkan orang yang bergejala akan dirawat di lantai lain bangsal.

Menteri Kesehatan Kerala Veena George mengatakan bahwa daerah tempat anak itu tinggal akan dinyatakan sebagai zona penahanan. Laporan mengatakan daerah itu telah ditutup dan daerah lain di sekitarnya telah dikunci.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait