Militer Myanmar Bebaskan Biksu Yang Dikenal Kejam, Rakyat Nyatakan 'Perang'
pixabay.com/ilustrasi
Dunia

Kudeta junta militer Myanmar telah memakan banyak korban, dan tindakan mereka pun semakin tidak manusiawi. Terbaru, militer Myanmar membebaskan seorang biksu yang dikenal akan kekejamannya.

WowKeren - Militer Myanmar semakin bertindak sewenang-wenang. Baru-baru ini, mereka membebaskan seorang Wirathu yang merupakan seorang biksu Buddha nasionalis dan dikenal sebagai orang anti Muslim. Junta Myanmar membebaskannya setalah membatalkan tuduhan penghasutan yang diajukan oleh pemerintah terguling Aung San Suu Kyi.

Berdasarkan sebuah pernyataan militer dilansir dari Al Jazeera, pada Senin (6/9), biksu tersebut dibebaskan setalah semua tuduhan dibatalkan oleh junta militer Myanmar. Biksu itu sendiri pernah dijuluki oleh Majalah Time sebagai "Wajah Teror Buddhis" lantaran perannya dalam membangkitkan kebencian agama di Myanmar.

Mengetahui hal tersebut, pemerintah bayangan Myanmar telah menyatakan "perang defensif rakyat" untuk melawan militer yang telah melakukan kudeta sejak awal Februari lalu. Duwa Lashi La, selaku pejabat presiden Pemerintah Persatuan Nasional (NUG), yang dibentuk oleh legislator digulingkan, membuat pengumuman melalui sebuah video yang diunggah di Facebook pada Selasa (7/9).

"Dengan tanggung jawab untuk melindungi kehidupan dan harta benda rakyat, Pemerintah Persatuan Nasional meluncurkan perang pertahanan rakyat melawan junta militer," terang Lashi La. "Karena ini adalah revolusi publik, semua warga di seluruh Myanmar, memberontak melawan kekuasaan teroris militer yang dipimpin oleh Min Aung Hlaing di setiap sudut negara."


Seperti yang diketahui, Myanmar berada di tengah kekacauan sejak kudeta yang dilakukan oleh junta militer. Adapun kudeta itu dipimpin oleh Jenderal Senior Ming Aung Hlaing.

Kudeta itu memicu protes dari rakyat Myanmar, sehingga melakukan aksinya dengan turun ke jalan. Akan tetapi, junta militer justru menghabisi mereka yang memberontak atau tidak sepaham dengan pemerintahannya.

Sejauh ini, junta militer telah menghabisi ratusan dan menangkap ribuan orang saat melakukan akisnya di jalanan. Semakin hari, tindakan Myanmar pun semakin tidak manusiawi. Tindakan keras mematikan memicu perlawanan bersenjata terhadap kekuasaan militer, terutama di perbatasan Myanmar.

Puluhan ribu orang pun diketahui telah mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari gencatan senjata dari junta militer. Upaya diplomatik untuk mengakhiri gejolak pun telah gagal, termasuk sanksi dari negara-negara Barat dan tekanan dari Asia Tenggara.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait