Menurut Ahmadullah Wasiq, wakil kepala komisi budaya Taliban, misalnya ketika wanita bermain kriket maka ada potensi bagian tubuh tertentu mereka akan terekspos termasuk wajah.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 09 September 2021 - 09:40 WIB
WowKeren - Seorang penguasa Taliban di Afghanistan mengatakan bahwa wanita di negara itu akan dilarang melakukan kegiatan olahraga, termasuk kriket untuk tim wanita nasional. Menurut Taliban, olahraga bukan kegiatan yang pantas bagi wanita untuk berpartisipasi.
Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Ahmadullah Wasiq, wakil kepala komisi budaya Taliban, kepada SBS. Awalnya, Wasiq ditanya tentang tim kriket pria Afghanistan yang akan datang ke Australia pada bulan November mendatang, di mana Dewan Kriket Internasional mengharuskan peserta memiliki tim pria dan wanita.
Wasiq mengatakan wanita tidak akan diizinkan bermain, bahkan jika itu berarti pria membatalkan pertandingan mereka. Sebab menurut mereka, ketika seorang wanita bermain kriket maka ada potensi bagian tubuh tertentu mereka akan terekspos termasuk wajah.
"Saya tidak berpikir perempuan akan diizinkan bermain kriket karena perempuan tidak harus bermain kriket," kata Wasiq kepada SBS. "Dalam kriket, mereka mungkin menghadapi situasi di mana wajah dan tubuh mereka tidak akan ditutup. Islam tidak mengizinkan wanita terlihat seperti ini."
Pernyataan Wasiq memperdalam kekhawatiran tentang perlakuan terhadap perempuan dan anak perempuan di bawah rezim Afghanistan yang baru. Bahkan ketika mengumumkan susunan pemerintahan baru sementara mereka, tidak ada nama perempuan dalam daftar itu.
Taliban telah berjanji untuk melindungi hak-hak minoritas dan kelompok-kelompok yang kurang mampu ketika kelompok Islam itu mengumumkan pemerintahan sementara. Pemimpin tertinggi Haibatullah Akhundzada mengatakan pada Selasa (7/9) bahwa pemerintah juga akan mempromosikan pendidikan.
Pemimpin tertinggi mengatakan pemerintah, yang mulai bekerja pada hari Rabu, akan memerintah sesuai dengan hukum Islam, mempertahankan bahwa Taliban telah berjuang untuk membebaskan Afghanistan dari pendudukan asing dan membangun sistem Islam yang lengkap di negara itu.
Selain itu, Taliban juga mengizinkan kaum perempuan untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Namun, kebijakan yang mereka buat justru dikhawatirkan akan merugikan kaum hawa dalam mendapatkan pendidikan di sana.
(wk/zodi)