Ramai Isu Peringatan Jepang Soal Potensi Teroris Di Indonesia, Kemenlu Beri Klarifikasi
Pixabay/ilustrasi
Nasional

Sebelumnya, Jepang diketahui memberi peringatan terhadap warganya yang tinggal di enam negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia terkait potensi adanya teror.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, Jepang tiba-tiba mengeluarkan peringatan terhadap warganya yang tinggal di kawasan enam negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Adapun peringatan itu meminta agar warganya menghindari tempat keagamaan dan keramaian lantaran dinilai bisa memicu ledakan seperti bom bunuh diri.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menegaskan bahwa pemerintah Jepang melalui Kedutaan Besar (Kedubes), tidak mengeluarkan peringatan ancaman teror pada warganya yang ada di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara (Jubir) Kemenlu, Teuku Faizasyah.

"Informasi yang beredar ini sudah sempat dikonfirmasi ke pihak Kedubes Japang di Jakarta dan mereka menegaskan pihak kedubes tidak mengeluarkan peringatan tersebut," tegas Faizasyah, Rabu (15/9).

Faizasyah menuturkan pada awalnya, kabar itu menyebut bahwa Kemenlu Jepang telah meminta warganya untuk menjauhi fasilitas keagamaan dan keramaian di enam negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia mengenai potensi teror. Pihaknya mengaku telah mendapatkan informasi ada peningkatan risiko seperti bom bunuh diri.


Lebih lanjut, Faizasyah mengatakan bahwa meski Kemenlu RI telah membantah peringatan tersebut, nantinya jika Jepang benar-benar mengeluarkannya, pemerintah enggan untuk mengomentarinya. Hal ini lantaran dinilai tak lazim.

"Indonesia tidak lazim mengomentari travel advisory ataupun warning yang dikeluarkan suatu negara," papar Faizasyah. "Sama halnya negara-negara sahabat pun lazimnya tidak mengomentari travel advisory/warning yang Indonesia keluarkan untuk WNI kita di luar negeri."

Faizasyah menuturkan sebagai dua negara yang bersahabat, ia berharap agar instansi Jepang dapat memanfaatkan segala mekanisme bilateral yang ada untuk berkomunikasi dengan mitranya di Indonesia. Khususnya, dalam mengatasi isu-isu spesifik tertentu dengan perkembangan situasi terakhir.

Selain itu, Faizasyah menegaskan bahwa adanya peringatan tersebut, tidak berpengaruh terhadap hubungan ataupun aktivitas warga di kedua negara. Termasuk juga hubungan bilateral di antara keduanya yang tidak berpengaruh atas peringatan tersebut.

"Hubungan bilateral kedua negara baik, memberi ruang untuk membicarakan berbagai hal dengan baik," tandas Faizasyah. Faizasyah menegaskan bahwa hubungan keduanya baik-baik saja.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts