Presiden Prancis Klaim Pasukan Militernya Telah Menghabisi Kepala ISIS
AP Photo
Dunia

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut bahwa pasukan militernya telah berhasil membunuh kepala ISIS di Sahara Raya. Hal ini diumumkannya pada Rabu (15/9) malam.

WowKeren - Terorisme hingga saat ini masih menjadi "musuh" besar seluruh negara di dunia. Adapun salah satu kelompok teroris yang terkenal adalah ISIS.

Pada Rabu (15/9) malam, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengklaim bahwa pasukan militernya telah berhasil membunuh kepala Negara Islam di Sahara Raya, yang diketahui merupakan kelompok ISIS. Macron menyebut bahwa militernya telah "menetralisir" Adnan Abu Walid al-Sahrawi yang disebut sebagai peimpin kelompok ISIS di wilayah tersebut.

Melansir UPI, menurut Macron, Adnan Abu Walid al-Sahrawi merupakan pemimpin kelompok ISIS yang dituding melakukan serangan dan telah mengakibatkan ratusan kematian warga sipil di Mali, Burkina Faso, dan Niger saat mereka menyebar ke seluruh Afrika. "Ini adalah keberhasilan besar lainnya dalam perjuangan kami melawan kelompok teroris di Sahel," terang Macron tanpa menyebut kapan dan di mana al-Sahrawi terbunuh.


Sementara itu, Pusat Keamanan dan Kerja sama Internasional Universitas Stanford, menuturkan bahwa al-Sahrawi meninggalkan kelompok jihadis militan Afrika Al-Mourabitoun untuk membentuk kelompok yang berafiliasi dengan ISIS dan diakui pada Oktober 2016 silam. Satu tahun kemudian, kelompok tersebut melakukan serangan di Niger terhadap Pasukan Khusus Angkatan Darat AS yang menewaskan 4 tentara AS.

"Kami menyatakan tanggung jawab kami atas serangan terhadap pasukan komando AS Oktober lalu, di wilayah Tongo Tongo di Niger," terang al-Sahrawi dalam pernyataan di bulan Januari 2018, dan dilaporkan oleh The New York Times kala itu.

Lebih lanjut, pada Agustus lalu, kelompok ISIS tersebut menewaskan sedikitnya delapan orang dalam sebuah serangan di Niger. 6 Di antaranya diketahui merupakan pekerja amal di Prancis. Kemudian pada saat itu, pihak PBB menyatakan selama satu tahun itu saja, ISIS "telah membunuh beberapa ratusan warga sipil" Mali, Burkina Faso, dan Niger.

Kematian al-Sahrawi itu disebut terjadi setelah beberapa bulan Macron mengumumkan pada Juni bahwa Operasi kontraterorisme 8 tahun Prancis di wilayah Sahel akan berakhir pada Februari tahun depan. Adapun operasi ini untuk "memastikan bahwa negara-negara mitra memperoleh kapasitas untuk memastikan keamanan mereka secara mandiri," bunyi keterangan Kementerian Pertahanan Prancis.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait