RI Kedatangan Vaksin COVID-19 Pfizer Sebanyak 1,6 Juta Dosis, Tak Hanya Mendarat Di Jakarta
pixabay.com/Ilustrasi
Nasional
Vaksin COVID-19

Pemerintah hingga kini masih terus berupaya melaksanakan percepatan vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat agar bisa segera mencapai kekebalan komunal atau herd immunity. RI kembali kedatangan vaksin Pfizer.

WowKeren - Pemerintah Indonesia hingga saat ini masih terus berupaya dalam menangani pandemi COVID-19. Salah satu upaya pemerintah adalah dengan melaksanakan vaksinasi terhadap masyarakat.

Dalam mensukseskan pelaksanaan vaksinasi COVID-19, pemerintah juga terus berupaya untuk bisa memenuhi pasokan kebutuhan vaksin di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari jumlah vaksin COVID-19 yang telah diterima Indonesia hingga saat ini mencapai 245.731.090 dosis.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menuturkan bahwa jumlah tersebut akumulasi setelah kedatangan vaksin tahap ke-63 pada Kamis (16/9). Adapun vaksin itu adalah vaksin jadi COVID-19 Pfizer sebanyak 1.643.850 dosis.

Nadia menuturkan bahwa vaksin yang datang pada tahap ke 63 itu diperoleh pemerintah melalui skema pembelian langsung. Ia menuturkan bahwa kedatangan vaksin COVID-19 itu berbeda dengan sebelumnya yang tidak hanya mendarat di DKI Jakarta, tetapi juga di Semarang dan Surabaya.


"Sehingga, rantai distribusi dapat dipersingkat dan lebih efisien, mengingat tata kelola rantai dinginnya -70 celcius," terang Nadia dalam keterangan pers melalui laman covid19.go.id, Kamis (16/9). "Dengan kedatangan tahap ke 63 ini, maka total vaksin yang sudah tiba di Indonesia, baik dalam bentuk bahan baku (bulk) maupun vaksin jadi, mencapai 245.731.090."

Lebih lanjut, Nadia menuturkan bahwa vaksin COVID-19 yang tiba di Semarang itu nantinya akan didistribusikan ke Semarang dan Yogyakarta. Sementara yang tiba di DKI Jakarta akan didistribusikan ke 13 titik di 3 Provinsi yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

Nadia mengungkapkan hingga 16 September 2021, pemerintah mencatat 37 dari 100 penduduk sasaran vaksinasi setidaknya telah mendapatkan satu suntikan vaksin COVID-19. Adapun total penduduk yang telah mendapatkan vaksin dosis pertama adalah 76.153.487 dosis atau 36,57 persen dari total sasaran vaksinasi.

Sedangkan untuk suntikan vaksin COVID-19 dosis kedua, kata Nadia, telah mencapai 43.484.971 dosis atau 20,88 persen. Dengan banyaknya variasi vaksin COVID-19 saat ini, Nadia mengimbau dan meminta agar masyarakat tidak pilih-pilih merek vaksin.

Nadia menegaskan kepada masyarakat bahwa vaksin terbaik adalah yang tersedia di sekitar lingkungan. "Semua vaksin yang dipakai di Indonesia aman dan efektif untuk menekan angka kasus dan angka kematian COVID-19, jadi masyarakat jangan ragu," pungkas Nadia.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts